Menteri Trenggono ajak startup perikanan jadi unicorn

Menteri Trenggono ajak startup perikanan jadi unicorn

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan audiensi dengan Digifish Network yakni jaringan start up kelautan dan perikanan Indonesia di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta (18/3/2021). ANTARA/HO-KKP/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak 32 usaha rintisan sektor perikanan yang tergabung dalam Digifish Network menjadi unicorn yaitu perusahaan rintisan milik swasta yang kapitalisasinya lebih dari satu miliar dolar AS.

"Startup digital ini bagus, tapi kalau mau lebih hebat lagi supaya meningkat dan menjadi unicorn ke depannya, kita harus melihat market capacity di situ," kata Menteri Trenggono dalam rilis di Jakarta, Jumat,

Menteri Trenggono mengajak berbagai usaha rintisan sektor kelautan dan perikanan agar cermat membaca kebutuhan pasar dunia agar dapat terus tumbuh dan berinovasi meningkatkan perekonomian sekaligus menyejahterakan masyarakat.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga telah bertemu dengan Digifish Network yakni di kantor KKP pada 18 Maret 2021.

Baca juga: KKP dorong milenial buat perusahaan rintisan budidaya perikanan

Lebih lanjut Menteri Trenggono menjelaskan pasar produk perikanan global tahun 2019 mencapai 162 miliar dolar AS. Indonesia akan fokus pada ekspor tiga komoditas unggulan, yakni udang, lobster, dan rumput laut, dengan nilai total pasar mencapai 32.050 miliar dolar atau 19,69 persen dari total seluruh pasar produk perikanan dunia.

Data pasar, ujar dia, dapat menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi teknologi dan membuka ruang baru usaha-usaha perikanan yang memiliki potensi besar.

“Ciptakan ruang baru, karena startup sekarang sudah sulit bertahan, harus terus memiliki ide yang brilian. Saya kasih ruang, yang pertama dilihat adalah market dan tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi sistem antar-startup," ucap MenteriTrenggono.

Baca juga: LIPI dorong "startup" berbasis teknologi sektor perikanan di Samosir

Disebutkan, perkembangan startup sektor kelautan dan perikanan di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, hingga tahun 2020 sudah ada 32 startup yang bergerak dalam berbagai ragam inovasi yakni Fintech, Nanobubble, Autofeeder, Internet of Things (IoT) Tambak, E-Commerce, Marketplace, Portable Pond, dan Water Quality Equipment.

Penggagas Digifish Network Rully Setya mengatakan siap untuk terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan KKP untuk perkembangan industri kelautan dan perikanan.

"Kami mohon dukungan untuk inovasi digitalisasi, distribusi, penggunaan produk, mendorong pelaku usaha dan event untuk meningkatkan industri kelautan dan perikanan ini," ujar Rully.

Baca juga: KKP ajak perguruan tinggi ikut kembangkan usaha rintisan perikanan
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021