Persalinan normal pengaruhi kepuasan seksual?

Persalinan normal pengaruhi kepuasan seksual?

Ilustrasi masalah seksual (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sebagian wanita berpikir bahwa melahirkan dengan proses normal dapat mempengaruhi kepuasan seksual di kemudian hari, akhirnya tidak sedikit pada ibu yang memutuskan untuk operasi sesar. Benarkah demikian?

Dokter spesialis kandungan dari Klinik Health 360 Indonesia, dr Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, mengatakan tidak ada hubungan antara kelahiran normal dengan kepuasan seksual.

Dalam vagina terdapat otot-otot dan hormon yang dapat membuat organ dan ligamen menjadi lebih rileks. Saat melahirkan secara normal, otot-otot tersebut akan melebar namun akan kembali pada posisi semula.

"Seiring berjalannya waktu akan kembali ke ukuran yang mendekati semula. Kepuasan seksual tidak bergantung pada vagina ini, kadang-kadang ada yang dipengaruhi oleh faktor psikis," ujar dr. Ivan belum lama ini.

Proses melahirkan secara sesar atau normal pada dasarnya ditentukan atas indikasi medis seorang ibu. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat melahirkan normal dengan kasus tertentu dapat membuat robekan lebih luas.

"Mungkin kalau lahiran normal ada faktor-faktor lain seperti melahirkan bayi yabg besar, atau robekan cukup luas atau otot tidak tersambung baik mungkin akan menyebabkan gangguan," kata dr Ivan.

"Tapi secara normal kalau semua berjalan dengan baik tidak ada masalah untuk kepuasan seksual itu sendiri. Jadi jangan khawatir dia enggak akan berpengaruh," imbuhnya.

Faktor kepuasan seksual pasca melahirkan ditentukan oleh beberapa sebab. Menurut dr Ivan yang paling banyak adalah masalah psikis.

"Setelah melahirkan dia jadi enggak percaya diri untuk melakukan hubungan seksual akhirnya timbul ketidakpuasan," kata dr Ivan.

Baca juga: Tak bisa rayakan Valentine di luar, Prancis beralih ke mainan seks

Baca juga: Kata dokter mengenai jangka waktu ideal berhubungan seks

Baca juga: Amankah pasang alat kontrasepsi saat pandemi COVID-19?

 
Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021