Menteri: penginderaan jauh bagi kepentingan pertanian dan tata ruang

Menteri: penginderaan jauh bagi kepentingan pertanian dan tata ruang

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro dalam webinar bertajuk "Pandemi COVID-19 ubah arah sains Indonesia?", Kamis (4/3/2021). ANTARA/Andi Firdaus.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan agar penggunaan penginderaan jauh dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan, mulai dari bidang pertanian hingga tata ruang.

"Dari data yang kita kumpulkan, kita terima, kita bisa arahkan kepada pemanfaatan paling relevan sesuai kebutuhan pemerintah dan masyarakat," kata Menristek Bambang dalam kunjungan kerja ke Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh (Pustekdata) dan Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pustafja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Jakarta, Jumat.

Dalam kegiatan yang ditayangkan secara virtual itu, Menristek Bambang mengarahkan pemanfaatan penginderaan jauh untuk tiga tujuan besar atau area krusial, yakni pertanian, kehutanan dan perikanan, kebencanaan, serta tata ruang. Data-data dari penginderaan jauh akan mendukung pengambilan kebijakan.

"Lapan punya mata dan matanya diharapkan mata yang awas, jeli, ahead of time bisa memulai memperkirakan ini punya potensi bahaya atau tidak dan lembaga lain melakukan usaha apa yang bisa untuk memitigasi potensi bencana yang mungkin terjadi," tutur Menristek Bambang.

Untuk area pertanian, kehutanan dan perikanan, penginderaan jauh bisa dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan tidak hanya masyarakat perkotaan namun juga masyarakat pedesaan bahkan hingga di daerah terpencil.

Sebagai contoh, hasil penginderaan jauh tentang zona penangkapan ikan, yang akan sangat berguna bagi para nelayan untuk pergi melakukan penangkapan ikan ke lokasi ikan banyak berkumpul.

Di bidang kehutanan, selain untuk pemantauan titik panas (hotspot), dapat juga diperoleh data dan analisa akurat hasil penginderaan jauh untuk melihat besar tutupan vegetasi atau hutan, potensi hutan yang masih ada, dan area hutan yang hilang.

Data-data tersebut bisa digunakan untuk pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dalam hal antara pencegahan deforestasi dengan melihat data historis yang ditangkap penginderaan jauh.

Di bidang pertanian, data yang dibutuhkan seperti luasan area sawah attau lahan pertanian untuk memantau produktivitas pertanian.

Untuk tujuan ketahanan bencana, pemanfaatan penginderaan jauh bisa lebih diarahkan ke bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Paling tidak mendeteksi mana daerah rawan tanah longsor," ujar Menristek.

Untuk tujuan tata ruang, penginderaan jauh bisa dimanfaatkan untuk melihat kondisi terkini dan mendukung pemetaan tata ruang yang jelas sehingga mendukung pembangunan wilayah yang lebih baik.

Perencanaan berdasarkan tata ruang akan menjadi lebih optimal karena data dasar memadai yang dihasilkan dengan penginderaan jauh.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021