Gubernur BI: Saya bangga 10-15 bank lakukan digitalisasi sangat kuat

Gubernur BI: Saya bangga 10-15 bank lakukan digitalisasi sangat kuat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ANTARA/Tangkapan layar Tweeter @bankindonesia/pri.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mendorong pihak perbankan untuk melakukan digitalisasi secara cepat sehingga saat ini ada sekitar 10 sampai 15 bank yang telah menerapkan digitalisasi sangat kuat.

“Kami tidak hanya mendukung tapi mendorong sangat cepat untuk kawan bank melakukan digitalisasi. Saya bangga 10 sampai 15 bank di Indonesia sudah melakukan digitalisasi sangat kuat,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara CNBC Economic Outlook di Jakarta, Kamis.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan 15 bank yang telah melakukan digitalisasi dengan sangat kuat tersebut di antaranya merupakan bank-bank BUMN seperti BRI.

Baca juga: OJK transformasi digital tiadakan kehadiran fisik ke lokasi bank

Perry Warjiyo menuturkan pihaknya bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat memaksimalkan digitalisasi di perbankan.

“Digitalisasi crowd funding dan P2P ya Pak Wimboh. Masalah kelembagaan bank juga di Pak Wimboh. Kami mendorong digitalisasi sistem pembayaran yaitu sekarang semua bank pakai QRIS supaya bisa masuk kepada yang sangat ritel,” jelasnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memastikan pihaknya turut mendukung digitalisasi ekonomi dan sektor keuangan di Indonesia.

Baca juga: OJK: Nasabah tidak mau lagi layanan konvensional setelah pandemi

Wimboh menuturkan OJK mendorong semua bank untuk mengembangkan bisnis proses digital karena sangat memudahkan masyarakat terutama di tengah masa pandemi COVID-19.

“Dari awal kami sudah dorong digitalisasi keuangan dan kami membuat namanya pusat pengembangan digital keuangan di OJK dan kami bentuk regulatory sandbox di situ,” katanya.

Baca juga: Perbankan nasional harus mulai perkuat sistem digitalisasi
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021