Mendikbud sebut sekolah di daerah 3T jadi prioritas digitalisasi

Mendikbud sebut sekolah di daerah 3T jadi prioritas digitalisasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meninjau kegiatan siswa di bengkel SMK Negeri 3 Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (10/2/2021). ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/rwa/pri.

Sorong (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim terus mendorong transformasi pendidikan dan digitalisasi di Provinsi Papua Barat terutama daerah-daerah tertinggal, terluar dan terdepan atau 3T.

"Daerah-daerah tertinggal, terluar dan terdepan akan menjadi salah satu area prioritas untuk digitalisasi sekolah," kata Nadiem saat melakukan kunjungan kerja di Kota Sorong, Kamis.

Ia mengatakan Kemendikbud mendorong program-program kerja prioritas pada 2021 terutama digitalisasi sekolah.

Baca juga: Menteri Nadiem harapkan siswa SMK di Papua berpikir kewirausahaan

Selain itu, kata Mendikbud, revitalisasi pendidikan vokasi, penguatan guru dan tenaga kependidikan, pembiayaan pendidikan dan pemajuan kebudayaan juga menjadi program prioritas 2021.

Dalam kunjungan kerja di Sorong, Mendikbud memastikan pemanfaatan bantuan alat teknologi informasi dan komunikasi atau TIK dari Kemendikbud sampai dan dimanfaatkan oleh para guru dan siswa di daerah tersebut.

Baca juga: Mendikbud sosialisasi penerimaan sejuta guru PPPK di Papua Barat

Ia menjelaskan peralatan TIK yang disalurkan bermanfaat bagi para guru dan siswa di Papua Barat sangat bermanfaat. Bahkan permintaan lebih banyak dan hal tersebut menunjukkan bahwa peralatan tersebut digunakan serta dibutuhkan.

Namun, dia menyadari bantuan TIK ini masih belum sesuai dengan jumlah murid dan banyak sekolah membutuhkan lebih peralatan tersebut.

Baca juga: Sekolah Penggerak akan terapkan kurikulum yang disempurnakan

Dia memastikan bahwa ke depan akan terus mengakselerasi bantuan TIK ini lebih banyak lagi.

Bantuan TIK Kemendikbud diberikan kepada 29 sekolah di Provinsi Papua Barat. Daerah 3T menjadi prioritas.

“Mereka yang benar-benar butuh pemerataan tersebut, butuh akses internet yang berimbang sama seperti di kota," tambah dia.

Baca juga: Nadiem terbitkan surat edaran peniadaan UN dan ujian kesetaraan
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021