Polisi juga temukan senapan angin dari paspampres gadungan

Polisi juga temukan senapan angin dari paspampres gadungan

Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta bersama dengan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin menunjukan barang bukti berupa pistol airsoft gun dan pakaian TNI gadungan yang dipakai oleh KN (39) residivis penipuan yang berpura-pura menjadi paspampres untuk menipu korbannya, Selasa (2/2/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat juga menemukan senapan angin "airsoft gun" dari tersangka diduga anggota pasukan pengamanan presiden (Paspampres) gadungan berinisial KN (39) yang juga seorang residivis penipuan.

"Pada saat penggerebekan terhadap tersangka, kita amankan satu pucuk senapan angin airsoft gun," ujar Kasatreksrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa.

Senapan angin itu diketahui selalu dibawa oleh KN setiap melancarkan aksinya berpura-pura menjadi anggota TNI saat melakukan transaksi palsu ingin membeli kendaraan milik korbannya.

Kepada polisi, KN mengaku tidak pernah menggunakan senapan anginnya untuk mengancam korbannya dan hanya menggunakan senapan anginnya sebagai aksesoris pemanis bagi atributnya saat menjadi TNI gadungan.

Baca juga: Paspampres gadungan ditangkap Polres Jakarta Pusat

Burhanuddin membeberkan dengan modus berpura-pura menjadi petugas TNI itu, KN telah melakukan aksinya lebih dari 10 kali di kawasan Tangerang, Jakarta Pusat, Bogor dan Bekasi.

Saat ditanyai oleh Burhanuddin, KN mengaku hanya menggunakan senapan angin tersebut untuk berswafoto. 

"Ini buat gaya-gayaan aja. Buat 'selfie'," kata KN saat menjawab pertanyaan Burhanuddin di depan awak media.

Dari kasus penipuan bermodus menjadi anggota paspampres palsu itu, selain KN ditangkap juga tiga pria lainnya yaitu HS (46), TS (41) dan UJ (21).

Baca juga: Anggota paspampres gadungan di Ngawi ditangkap aparat gabungan

HS diketahui berperan sebagai perantara untuk penjualan hasil penipuan KN dan TS serta UJ berperan sebagai penadah.

Keempatnya terancam pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman empat tahun kurungan penjara.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021