Pemkot Banjarmasin tambah 10 unit mesin pompa tangani banjir

Pemkot Banjarmasin tambah  10 unit mesin pompa tangani banjir

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat memantau mesin pompa bekerja menyedot genangan banjir. ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin.

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya agar genangan banjir dapat surut secepatnya dengan menambah  10 unit mesin pompa berkapasitas 150 meter kubik per jam pada hari ke-11 banjir di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Windiasti Kartika di Banjarmasin, Sabtu kemarin, mengatakan, sebelumnya sudah ada bantuan puluhan mesin pompa dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta dan untuk menambah percepatan genangan surut kembali didatangkan pompa berkapasitas besar.

Ia mengatakan, 10 unit mesin pompa tersebut akan digunakan di titik-titik strategis, bahkan pada hari ini sudah ada enam unit yang dioperasikan.

"Dua unit di Sungai Veteran, dua unit di Sungai Kramat dan dua unit di samping fly over atau Sungai Guring, selanjutnya ada empat unit lagi akan disebarkan di beberapa titik," ujarnya.

Baca juga: Kawasan Sungai Gampa di Banjarmasin masih terisolasi akibat banjir
Baca juga: TNI AL berikan layanan kesehatan warga di lokasi banjir Kalsel

Selain itu, kata Windi, sapaan akrabnya, proses pemompaan air banjir di Kota Banjarmasin juga mendapatkan bantuan pinjaman beberapa pengusaha, yakni, satu unit mesin pompa yang ditempatkan di Sungai Gardu dengan kapasitas 1.000 liter per menit.

Mesin pompa ini, lanjut dia, diharapkan bisa menarik air banjir yang ada di kawasan jalan Pramuka, Terminal KM-6 dan sekitarnya.

Pada Sabtu ini, ujar dia, datang lagi dua unit mesin pompa besar, satu dengan kapasitas 1.000 liter per menit, yang satunya kapasitas lebih besar lagi antara 400 - 800 liter per detik.

"Dua mesin pompa ini digunakan untuk mempercepat turunnya air di kawasan Jalan Protokol A. Yani dan sekitarnya," imbuh dia.

Dijelaskan dia, dengan pengoperasian mesin-mesin pompa air ini, merupakan ikhtiar untuk mengupayakan penurunan banjir, karena beberapa wilayah air tinggi masih bertahan.

Baca juga: BPBD Banjarmasin: Hari kedelapan banjir, genangan air mulai surut
Baca juga: Kapal pengangkut bantuan bagi korban banjir Kalsel tiba di Banjarmasin

Dari pantauan di lapangan, sebagian daerah di Kota Banjarmasin ada genangan cukup tinggi yang menyulitkan kendaraan roda dua untuk melewatinya, seperti di daerah Jalan Pramuka, Kelurahan Kebun Bunga, di Bina Brata, semuanya di Banjarmasin Timur.

Sementara itu, di daerah Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara Utara yang juga sempat terjadi banjir parah sudah cukup drastis ada penurunan genangan di beberapa komplek perumahan, seperti di Komplek Kayu Bulan, ada air genangan tinggal sebatas mata kaki.

Musibah banjir besar di Banjarmasin terjadi sejak 14 Januari, tiga kecamatan yang mengalami banjir cukup parah, Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara. BPBD Kota Banjarmasin mencatat sekitar 100 ribu jiwa warga terdampak banjir tersebut.

Baca juga: Terminal pun jadi tempat mengungsi korban banjir di Banjarmasin
Baca juga: Legislator soroti pencegahan dan pelacakan sumber bencana alam

Pewarta : Sukarli
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021