Hukum sepekan, pemburuan Harun Masiku hingga dugaan korupsi BPJS TK

Hukum sepekan, pemburuan Harun Masiku hingga dugaan korupsi BPJS TK

Komisi Yudisial (KY). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/pd/aa.

Jakarta (ANTARA) - Berbagai berita hukum selama sepekan (18—23 Januari 2021) mendapat perhatian masyarakat dan menarik untuk dibaca kembali, mulai dari upaya KPK memburu tersangka mantan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku hingga Kejaksaan Agung menyelidiki dugaan korupsi dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut rangkuman berita sepekan selengkapnya.

1. Mukti Fajar Nur Dewata terpilih jadi Ketua KY

Mukti Fajar Nur Dewata dan M. Taufiq H.Z. terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua Komisi Yudisial Paruh Waktu I Periode Januari 2021—Juni 2023 setelah mendapatkan suara terbanyak dari tujuh anggota KY.

Dinamika pemilihan pimpinan KY selengkapnya dapat dibaca di sini.

2. KPK bentuk satgas khusus buru Harun Masiku

KPK berencana membentuk satuan tugas khusus yang bertugas memburu tujuh tersangka dugaan kasus korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), termasuk mantan calon anggota legislatif PDI Perjuangan Harun Masiku.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

3. Dua warga AS dideportasi dari Bali setelah viral di media sosial

Dua warga negara asing asal Amerika Serikat Kristen Antoinette Gray dan Saundra Michelle Alexander dideportasi dari Bali karena melanggar keimigrasian dengan melakukan kegiatan bisnis selama tinggal di Bali.

Warga AS itu sempat memicu kontroversi di media sosial karena mengunggah utas ajakan untuk tinggal di Bali pada saat pandemi COVID-19.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

4. Kejagung periksa tiga pejabat BPJS TK dalam kasus dugaan korupsi

Kejaksaan Agung RI memeriksa tiga pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebagai saksi terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk lebih lengkap pejabat-pejabat yang diperiksa dapat dibaca di sini.

5. Korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang teridentifikasi sebanyak 49 orang

Sebanyak 49 jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 teridentifikasi hingga Sabtu sehingga korban yang belum teridentifikasi sebanyak 13 orang.

Selengkapnya proses identifikasi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification Pusdokkes Polri dapat dibaca di sini.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021