BEI-OJK gencar sosialisasi SCF bantu permodalan UMKM Sulut

BEI-OJK gencar sosialisasi SCF bantu permodalan UMKM Sulut

Kepala BEI Sulut Mario Iroth. ANTARA/Nancy Lynda Tigauw.

Manado (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan sosialisasi layanan urun dana berbasis teknologi (securities crowdfunding/SCF) untuk membantu permodalan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara.

"BEI bersama OJK Sulutgomalut (Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara)  turut mensosialisasikan Securities Crowd Funding dan Acceleration Board, untuk bisa membantu UKM di Sulut dari segi alternatif permodalan," kata Kepala BEI Sulut Mario Iroth, di Manado, Sabtu.

Mario mengatakan dengan edukasi dan sosialisasi SCF ini diharapkan memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah, dan murah bagi generasi muda dan UMKM yang belum terjangkau bank (bankable).

OJK berupaya mempercepat memasyarakatkan pasar modal, baik bagi pengusaha muda dan UKM untuk menggalang dana dari pasar modal maupun bagi calon investor untuk mulai berinvestasi di pasar modal.

Kepala OJK Sulutgomalut Darwisman mengatakan Security Crowdfunding akan menyediakan pendanaan bagi UMKM penyedia barang dan jasa pemerintah yang potensinya cukup besar.

Keberadan instrumen ini juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif portfolio investasi investor muda.

Masyarakat yang selama ini memiliki kecenderungan konsumsi terbilang tinggi namun  konsumsinya tertahan, akan didorong berinvestasi di platform ini yang mudah dan risikonya relatif kecil.

Para pelaku industri SCF akan dinaungi dalam Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), yang berkewajiban untuk menjaga ekosistem industri layananan urun dana yang sehat dengan merumuskan code of conduct dan melakukan pengawasan implementasinya dan menertibkan anggotanya.

Securities crowdfunding merupakan pelengkap dari equity crowdfunding yang membolehkan UMKM meraup dana di pasar modal dengan penerbitan saham.
Baca juga: OJK perkirakan kredit perbankan 2021 tumbuh 7,5 persen
Baca juga: OJK: 5,8 juta debitur UMKM dapat relaksasi kredit
Baca juga: Restrukturisasi kredit OJK bantu UMKM bertahan di masa pandemi

 

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021