Tim gabungan evakuasi puluhan korban banjir di Bangka

Tim gabungan evakuasi puluhan korban banjir di Bangka

Personel polisi mengedong orang lanjut usia korban banjir di Bangka, Rabu (13/1/2021). ANTARA/Kasmono/aa.

Sungailiat,Bangka (ANTARA) - Tim gabungan Polres Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengevakuasi puluhan orang korban banjir terutama warga lanjut usia, anak-anak dan ibu hamil.

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan melalui Wakapolres Kompol Faisal di Sungailiat, Rabu mengatakan, tim gabungan sebanyak 50 personel dengan melibatkan personel polisi, Satpol PP dan petugas dari BPBD mengevakuasi korban banjir yang terjadi di sejumlah tempat.

Baca juga: Ribuan rumah warga di Bangka terendam banjir

"Kami mengutamakan evakuasi bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan ibu hamil di tempat yang aman dari banjir," jelasnya.

Dikatakan, tim gabungan juga membantu warga menyelamatkan barang berharga seperti kendaraan roda dua dan sejumlah barang yang dianggap penting lainnya.

Baca juga: Banjir rob hantam badan jalan di Bangka Tengah

"Banjir yang merendam hampir ribuan rumah penduduk akibat curah hujan sejak kemarin Selasa (12/1) sampai sekarang dengan ketinggian air mencapai lebih kurang satu meter," jelasnya.

Dia mengatakan, terdapat sejumlah lingkungan yang banjir seperti Parit Pekir, Lingkungan Nelayan dan Air Anyut tidak hanya curah hujan namun juga akibat air laut yang pasang karena rumah penduduk berada tidak jauh dari pinggir laut.
 

"Selain membantu evakuasi warga dan barang berharga, kami juga membantu menyalurkan ratusan paket sembako dari pemerintah daerah setempat untuk warga korban banjir," katanya.

Baca juga: Puluhan rumah warga di Belitung terendam banjir

Wakapolres berharap banjir yang merendam rumah penduduk dapat segera surut serta masyarakat tetap memperhatikan kondisi lingkungan agar terjaga kebersihan.

"Saya juga minta masyarakat meskipun dalam kondisi menghadapi musibah banjir namun hendaknya tetap menerapkan protokol kesehatan mengingat penyebaran varian virus jenis corona hingga sekarang belum reda," ujarnya.
Pewarta : Kasmono
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021