Koarmada I-Imigrasi periksa penumpang WNA cegah COVID-19

Koarmada I-Imigrasi periksa penumpang WNA cegah COVID-19

Petugas memeriksa kelengkapan dokumen penumpang kapal rute Singapura-Batam. (ANTARA/HO-Dok Guskamla Koarmada I)

Batam (ANTARA) - Gugus Keamanan Laut Koarmada I bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan patroli bersama memastikan tak ada warga negara asing tidak berhak yang masuk wilayah NKRI, sesuai dengan Peraturan Menhukham No.11 tahun 2020.

"Ini ditujukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," kata Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan di atas KRI di Batam, Kepri, Kamis.

Dalam patroli bersama, Guskamla Koarmada I dan imigrasi melakukan pemeriksaan WNA yang tidak memenuhi syarat masuk ke Indonesia, di antaranya di Perairan Selat Singapura.

Patroli dilanjutkan dengan memeriksa tiga kapal yang memasuki pelabuhan internasional Batam dari Tanah Merah, Singapura, yaitu Kapal Majestic Liberty, Kapal Asean Raider I, dan Kapal Horizon 9.

Baca juga: Pemkot Batam siapkan dana belanja tidak terduga untuk vaksinasi

Baca juga: KBM luring di pulau penyangga Kota Batam berjalan baik


Dalam patroli pemeriksaan kapal penumpang itu, tim memeriksa 31 penumpang, yang terdiri dari 30 WNI dan seorang warga negara Malaysia pemegang izin tinggal terbatas. Nisbi tidak ada pelanggaran yang ditemukan.

Yayan menjelaskan, pelarangan masuk wilayah NKRI itu berlaku untuk seluruh orang asing dengan enam pengecualian, yaitu pemegang izin tinggal terbatas, pemegang visa diplomatik, pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan dan alasan kemanusiaan, awak angkutan dan orang asing yang akan bekerja pada wilayah strategis nasional.

Selain di perairan dan pelabuhan resmi, pihaknya juga memeriksa pelabuhan tidak terdaftar, memastikan aturan dipatuhi.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Ismoyo menyatakan sinergi tugas dalam tim pemantauan dan pengawasan orang asing dilakukan dari laut dan udara.

Pemerintah menutup sementara kedatangan orang asing ke Indonesia hingga 14 Januari terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19.

"Sinergi tim pemantauan orang asing memang luar biasa, sangat baik dicapai," ujar dia.

Baca juga: Di pesisir Batam 102 sekolah mulai tatap muka di kelas

Baca juga: 114 pasien COVID-19 jalani rawat inap di RSKI Pulau Galang
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021