SMA Diaspora implementasikan pelajar Pancasila melalui kepramukaan

SMA Diaspora implementasikan pelajar Pancasila melalui kepramukaan

Sejumlah anggota Pramuka mengenakan pakaian tradisional Papua menari di Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019). Kegiatan dihadiri Presiden Joko Widodo dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerakan menolak plastik sekali pakai, pementasan seni dan lain-lain. ANTARA/Anom Prihantoro/aa.

Jayapura (ANTARA) - Sekolah Menengah Atas Yayasan Pendidikan Kristen (SMA YPK) Diaspora Kotaraja Kota Jayapura mengimplementasikan profil pelajar Pancasila melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di sekolah.

"Kegiatan kepramukaan itu di dalamnya ada nilai-nilai Pancasila," kata Kepala SMA YPK Diaspora Kotaraja Kota Jayapura Alfrets Randang di Jayapura, Sabtu.

Menurut dia, ada satu guru pelatih pramuka di tingkat cabang Kota Jayapura yang menjadi pembina pramuka di gugus depan SMA YPK Diaspora.

"Dari situlah dikembangkan kepramukaan di SMA YPK Diaspora. Setiap kegiatan Pramuka ditingkat Kota Jayapura, di tingkat kwartir daerah, SMA YPK Diaspora sering dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan," ujar dia.

Apalagi, menurut dia, di tingkat kwartir ranting Abepura, pelajar SMA YPK Diaspora terlibat aktif. Siswa yang mengikuti kegiatan kepramukaan cukup banyak.

Baca juga: Staf Ahli: Ada karakter bangsa dalam kearifan lokal Papua di sekolah

Baca juga: Pakar: Penguatan karakter dalam pembelajaran daring hanya berbeda cara

Pramuka itu menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib di kurikulum 2013, sehingga kegiatan kepramukaan itu menjadi penilaian utama selain mata pelajaran yang lain, kata Alfrets.

"Kegiatan ekstrakurikuler pendamping seperti mata pelajaran olahraga, seni, dan bela diri itu ada. Tetapi kegiatan ekstrakurikuler wajib itu adalah pramuka," katanya.

Kaitan profil siswa Pancasila dengan kearifan lokal, kata dia, kegiatan-kegiatan kepramukaan itu juga cukup banyak mengadopsi dan mengembangkan potensi kearifan lokal, misalnya lomba puisi, membuat noken, mendesain tifa, yang sifatnya kontekstual.

"Jadi kearifan lokalnya masuk dalam kegiatan kepramukaan sangat kontekstual karena kearifan lokalnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila," ujar dia.

Baca juga: Akademisi: Kolaborasi guru-orang tua penting dalam penguatan karakter

Baca juga: Pengamat: Orang tua-guru harus kerja sama dalam penguatan karakter

Pewarta : Musa Abubar/Virna P Setyorini
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020