Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah 55 orang

Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah 55 orang

Petugas melakukan validasi administrasi pelaku perjalanan di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). Validasi dilakukan untuk memastikan setiap penumpang memenuhi syarat perjalanan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyebut pasien COVID-19 yang sembuh bertambah 55 orang.

"Hari ini 55 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 Sulteng yang sembuh berjumlah 1.181 orang," katanya di Kota Palu, Rabu malam.

55 pasien yang sembuh tersebut, lanjutnya, berada di sejumlah kabupaten dan kota antara lain lima orang di Kabupaten Banggai, tiga orang di Parigi Moutong, 27 orang di Morowali dan 20 orang di Morowali Utara.

Mereka telah diizinkan pulang dan berkumpul namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19.

"Sementara itu 31 orang masing-masing empat orang di Kota Palu, dua orang di Poso, enam orang di Morowali Utara, empat orang di Tojo Una-Una, satu orang di Banggai dan 14 orang di Morowali terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini sehingga secara kumulatif total pasien terkonfirmasi COVID-19 hingga kini berjumlah 1.903 orang,"ujarnya.

Selain itu, Haris menerangkan satu pasien COVID-19 di Palu dinyatakan meninggal hari ini sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 74 orang dan 649 orang saat ini menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

"Adapun 240 sampel usap COVID-19 saat ini masih dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," terangnya.

Ia berharap hasil pemeriksaan 240 sampel usap tersebut negatif COVID-19 agar tidak terjadi peledakan kasus di Sulteng dan semua pasien yang dirawat segera sembuh," tambahnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya

Baca juga: 60 warga Sulteng positif COVID-19 dan 18 sembuh

Baca juga: Upaya Kemendikbud pulihkan pendidikan pascagempa dan pandemi COVID-19

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Sulawesi Tengah cetak rekor tertinggi
Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020