MPR: Pertimbangkan faktor kesehatan kebijakan libur akhir tahun

MPR: Pertimbangkan faktor kesehatan kebijakan libur akhir tahun

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR, Bambang Soesatyo, meminta pemerintah mempertimbangkan berbagai faktor terutama kesehatan masyarakat dalam menetapkan kebijakan libur akhir tahun 2020.

"Selain itu harus tetap memikirkan pengaruh rencana libur panjang tersebut bagi dunia pariwisata untuk memulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19," kata dia, di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Ketua MPR: Optimalkan ekonomi digital agar UMKM bisa berkembang pesat

Ia juga meminta pemerintah segera menetapkan hari dan tanggal libur akhir tahun, agar masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk waktu liburannya.

Selain itu menurut dia, langkah itu agar tempat-tempat wisata maupun tempat publik yang berpotensi ramai dapat mengantisipasi jumlah kunjungan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Kewajiban negara cegah-tangkal krisis

"Langkah segera menetapkan hari libur akhir tahun agar tempat wisata menyiapkan upaya sejak jauh hari agar dapat memenuhi standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Ia meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata memastikan tempat-tempat wisata tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19.

Baca juga: Ketua MPR: Sosialisasikan soal sanksi pidana bagi penolak tes COVID-19

Menurut dia, Kementerian Pariwisata perlu mengatur upaya dan strategi membatasi jumlah pengunjung maupun waktu buka serta tutup tempat wisata.

"Selain itu memastikan bagi pengunjung agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dan wajib mematuhi aturan bagi pengunjung yang ditetapkan pihak pengelola wisata," katanya.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020