Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra menjadi 5.429 dari 6.502

Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra menjadi 5.429 dari 6.502

Dokumen-Tim medis saat melakukan tes cepat COVID-19 di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Senin (23/11/2020). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan pasien sembuh dari infeksi virus corona baru di daerah itu menjadi 5.429 orang dari 6.502 kasus per 30 November 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Senin, mengatakan pasien sembuh hari ini tercatat 119 orang berasal dari tujuh daerah.

"Data pasien sembuh hari ini, di Baubau 12 orang, Kendari 90 orang, Buton Tengah lima orang, Muna empat orang, Konawe Utara enam orang dan masing-masing satu orang dari Muna Barat dan Konawe," kata Rabiul.

Rabiul juga menyampaikan telah terjadi penambahan kasus positif baru, namun hanya satu orang berasal dari Kabupaten Konawe, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara menjadi 6.502 orang.

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 103 orang

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sultra bertambah 129 jadi 5.308 orang

 
Data kasus COVID-19 di Sultra per 30 November 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra). (ANTARA/Harianto)


Ia menyampaikan untuk data pasien meninggal juga ada penambahan satu orang perempuan (53) asal Buton Utara, sehingga pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara sebanyak 107 orang.

"Untuk pasien yang tengah menjalani isolasi dan karantina sebanyak 966 orang, berkurang dari hari sebelumnya 1.985 orang," ujar Rabiul.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif.

"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat. Kita juga harus gencar melakukan sosialisasi, edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini, sehingga kita bisa menekan angka kasus kita," ujar Wayong.*

Baca juga: Seorang dokter usia 27 tahun meninggal akibat COVID-19 di Sultra

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sultra menjadi 5.179 orang dari 6.366 kasus
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020