Kemarin, ulama diminta sosialisasi vaksin hingga Gerindra minta maaf

Kemarin, ulama diminta sosialisasi vaksin hingga Gerindra minta maaf

Ilustrasi - Botol botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) -
Sejumlah berita politik yang terjadi pada hari Jumat (27/11) yang masih layak dan menarik untuk dibaca kembali mulai dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta ulama sosialiasi vaksin COVID-19 hingga Partai Gerindra minta maaf kepada Presiden Joko Widodo.
 
 
 
Berikut rangkuman beritanya:
 
 
 
1. Wapres minta ulama-ormas Islam sosialisasi pentingnya vaksin COVID-19
 
 
 
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ikut melakukan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat.
 
 
 
Baca selengkapnya di sini
 
 
 
2. DPR minta penyelenggara-pengawas pilkada tegaskan prokes COVID-19
 
 
 
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta penyelenggara dan pengawas Pilkada Serentak 2020 menegaskan protokol kesehatan menjelang dan saat hari pencoblosan pada 9 Desember 2020.
 
 
 
Baca selengkapnya di sini
 
 
 
3. Menteri Desa PDTT ingatkan kades harus netral saat Pilkada 2020
 
 
 
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengingatkan kepada seluruh kepala desa untuk tetap netral pada tahun politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
 
 
 
Baca selengkapnya di sini
 
 
 
4. Tagar #BelaBuRisma jadi "trending topic" di media sosial
 
 
 
Surabaya (ANTARA) - Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelang Pilkada Surabaya 2020 ramai menjadi pembicaraan warganet setelah tagar #BelaBuRisma menjadi trending topic di media sosial Twitter sejak Kamis (26/11) malam hingga Jumat pagi.
 
 
 
Baca selengkapnya di sini
 
 
 
5. Gerindra minta maaf kepada Presiden terkait kasus Edhy Prabowo
 
 
 
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partai-nya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin atas peristiwa tertangkapnya Edhy Prabowo dalam kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
 
 
 
Baca selengkapnya di sini
 
 
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020