Dua polisi terluka saat bubarkan demo di Sorong yang berakhir ricuh

Dua polisi terluka saat bubarkan demo di Sorong yang berakhir ricuh

Massa saat dibubarkan aparat kepolisian di Sorong, Jumat (27/11/2020). ANTARA/Ernes Kakisina/am.

Sorong (ANTARA) - Dua anggota Brimob mengalami luka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi demo yang menuntut kemerdekaan Papua di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Jumat.

Kericuhan berawal saat ratusan massa yang melakukan unjuk rasa dengan mengibarkan bendera bintang kejora dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Massa yang tidak terima dibubarkan langsung melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol sehingga massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Baca juga: Mahfud: Penegakan hukum jangan terpengaruh politik

Massa yang dipukul mundur semakin brutal dan terus melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol. Bahkan massa juga menembakkan kembang api ke arah aparat kepolisian.

Bendera bintang kejora dikibarkan di tengah-tengah massa aksi sambil berteriak-teriak Papua Merdeka dan terus melakukan pelemparan batu ke arah aparat kepolisian.

Terlihat ada lima orang dari massa aksi yang diamankan oleh aparat kepolisian dan dibawa ke kantor Polres Sorong Kota.

Dua anggota Brimob Polda Papua Barat mengalami luka terkena lemparan batu oleh massa dan dilarikan ke rumah sakit. Aksi masih terus berlangsung hingga saat ini.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan dan Dandim Sorong Letkol Inf Budiman belum dapat dimintai keterangan karena sedang berada di KTP bersama aparat keamanan mengendalikan situasi.

Baca juga: Anggota DPR: Pemerintah segera basmi KKB Papua Merdeka

Baca juga: Empat warga Papua ditahan polisi karena pakai atribut Papua Merdeka
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020