Legislator dorong kementerian berkolaborasi tingkatkan literasi

Legislator dorong kementerian berkolaborasi tingkatkan literasi

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Rabu (25/11). (ANTARA/HO- dok pri)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hetifah Sjaifudian mendorong kementerian dan lembaga untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi di Tanah Air.

“Kami mengapresiasi kementerian dan lembaga terkait yang telah mengeluarkan kebijakan dan program dalam mendukung peningkatan literasi di Indonesia,” ujar Hetifah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia berharap akselerasi program dan kegiatan antara kementerian dan lembaga terkait dalam peningkatan literasi Indonesia utamanya dalam infrastruktur perpustakaan berupa fisik, ketersediaan buku di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), peningkatan tata kelola perpustakaan sekolah, pemenuhan tenaga pustakawan, dan perpustakaan desa, terus ditingkatkan.

Baca juga: Pandemi COVID-19 tingkatkan minat baca di sejumlah negara

“Kami mendorong kementerian dan lembaga melakukan sinergi program literasi menjadi program terobosan untuk meningkatkan indeks literasi nasional secara signifikan dan berkesinambungan. Komisi X DPR RI akan mengawal pelaksanaan program peningkatan literasi secara berkesinambungan, dan akan menjadwalkan RDP gabungan secara periodik pada masa persidangan berikutnya,” katanya.

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengatakan pihaknya sudah bersinergi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kemendagri dalam penguatan perpustakaan desa dan literasi. Syarif Bando mengapresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Desa dan Kemendagri atas kerja sama dan dukungan terkait perpustakaan desa.

Untuk mengkolaborasikan dan mengakselerasi program kegiatan terkait literasi dengan Kemendikbud, Perpusnas akan terjun langsung ke masyarakat. Syarif Bando menyebut sinergi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa perlu dilakukan untuk menyelaraskan cara pandang mengenai indeks literasi masyarakat Indonesia, terutama batasan literasi di tingkat dasar dan menengah.

“Dalam konteks literasi untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Perpusnas tidak bicara tentang kemampuan mengenal huruf saja, tapi mengarah pada tingkat kemampuan masyarakat Indonesia untuk menggunakan sumber daya yang ada untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa,” kata Syarif.

Baca juga: Perpusnas diminta DPR permudah akses membaca di kawasan 3T

Baca juga: Setiap tahun, Perpusnas hadirkan 500 perpustakaan desa

Sekretaris Jenderal Kemendagri Muhammad Hudori menyebut literasi merupakan komitmen bersama antara K/L dan daerah. Terkait strategi peningkatan literasi di daerah, harus ada komitmen dari pemerintah daerah. Dukungan dari kepala daerah sangat dibutuhkan karena strategi peningkatan literasi di daerah merupakan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan.

Pewarta : Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020