Dua pekan ke depan, Bunga Rafflesia mekar berukuran 100 centimeter

Dua pekan ke depan, Bunga Rafflesia mekar berukuran 100 centimeter

Petugas BKSDA Resor Agam sedang mengukur knop Bunga Rafflesia Arnoldii yang akan mekar sempurna dua minggu ke depan, Jumat (6/11/2020). (ANTARA/Yusrizal.)

Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menyatakan Bunga Rafflesia jenis Arnoldii di Data Sungai Taleh, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar bakal mekar sempurna dua minggu ke depan dengan ukuran diprediksi mencapai lebih dari 100 centimeter.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubukbasung, Jumat, mengatakan bunga itu mekar ditandai dengan mulai terangkat perigon atau kelopak dari tabung knop.

"Knop sudah memancarkan warga merah maron dan diprediksi mekar sempurna dalam dua minggu ke depan dengan diameter mencapai lebih 100 centimeter," katanya.

Ia mengatakan, knop bunga dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu dengan keliling mencapai 122 centimeter.

Baca juga: Rafflesia Tuan-mudae tarik perhatian media di 32 Negara

Ia menjelaskan Bunga Rafflesia itu tumbuh di permukaan tanah yang datar dan apabila mekar akan terlihat indah.

Di lokasi, tambahnya, juga ada Bunga Rafflesia yang sudah melewati fase mekar sempurna tujuh individu.

Selain itu, ditemukan sembilan knop di dua lokasi dengan jarak sekitar 100 meter.

"Ini berdasarkan monitoring yang kita lakukan Jumat (6/11) dan monitoring itu dilakukan setiap bulannya," katanya.

Lokasi Bunga Rafflesia itu ditemukan semenjak 2018. Lokasi tumbuh Rafflesia dengan jarak dari jalan lintas Lubukbasung, Kabupaten Agam menuju Kota Bukittinggi sekitar tiga kilometer, sedangkan jarak tempuh dari terakhir kendaraan sekitar 20 menit perjalanan dengan topografi relatif landai.

Lokasi Bunga Rafflesia itu dari Kota Padang dengan jarak 140 kilometer.

Baca juga: Bunga raflesia mekar di pohon di Agam
Baca juga: BKSDA: Raflesia hampir ditemukan di seluruh Sumbar
Pewarta : Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020