Ketua F-PPP MPR RI kecam pernyataan Presiden Prancis sudutkan Islam

Ketua F-PPP MPR RI kecam pernyataan Presiden Prancis sudutkan Islam

Seorang pendukung Hamas Palestina berpartisipasi dalam sebuah protes terhadap publikasi kartun Nabi Muhammad SAW dan komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron, di luar Pusat Kebudayaan Prancis di Kota Gaza, Selasa (27/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Suhaib Salem/hp/cfo.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) MPR RI Arwani Thomafi mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyudutkan agama Islam dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW oleh Majalah Charlie Hebdo.

"Jejak rekam Macron juga tidak hanya sekali ini saja dalam hal penyudutan terhadap Islam. Pernyataan Macron juga terbukti meningkatkan eskalasi khususnya di negara-negara Islam dan komunitas Islam di dunia," kata Arwani, di Jakarta, Rabu.

Arwani mengatakan pernyataan Macron secara terang dan meyakinkan telah melanggar prinsip Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) Pasal 18 tentang Hak atas Kebebasan Pikiran, Hati Nurani dan Memeluk Agama, dan Resolusi Majelis Umum 36/55 pada 25 November 1981 tentang Penghapusan Semua Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi Berdasarkan Agama dan Kepercayaan.

Dia mengatakan F-PPP mendukung penuh protes keras Pemerintah RI atas pernyataan Macron sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam supremasi hak asasi manusia (HAM) khususnya dalam hal kebebasan pikiran, hati nurani, dan memeluk agama.

"Kami mendesak Menteri Luar Negeri untuk melakukan langkah-langkah konkret atas hal tersebut termasuk menggalang komunikasi dan dukungan melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai upaya protes atas praktik diskriminasi," ujarnya.

Dia juga mendesak pimpinan parlemen Indonesia untuk menggalang protes secara bersama-sama atas pernyataan Macron dengan memaksimalkan kepesertaan Indonesia dalam organisasi-organisasi parlemen internasional seperti International Parliament Union (IPU), ASEAN Parliamentary Assembly (AIPA), serta Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF).

Menurut dia, saat situasi negara-negara di dunia melawan COVID-19 dan berjuang pemulihan ekonomi di masing-masing negara, pernyataan Macron telah merusak konsentrasi semua pihak dalam upaya bersama-sama melawan COVID-19 dan penanganan krisis ekonomi akibat pandemi.
Baca juga: Presiden Macron berjanji lawan 'separatisme Islamis'
Baca juga: Pogba keluar dari Timnas Prancis karena komentar Presiden Macron? Ini faktanya

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020