Anggaran Kementerian Sosial telah terserap 86,74 persen

Anggaran Kementerian Sosial telah terserap 86,74 persen

Menteri Sosial Juliari P Batubara (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial masih menduduki peringkat pertama terbesar dalam penyerapan anggaran dari seluruh kementerian/lembaga yaitu mencapai 86,74 persen dari total anggaran Rp134,01 triliun.

"Berdasarkan online monitoring sistem perbendaharaan negara Kementerian Keuangan, penyerapan anggaran sampai hari ini sebesar 86,74 persen," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras dalam konferensi pers setahun capaian kementerian yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Hartono mengatakan, serapan anggaran Kemensos tersebut di atas rata-rata realisasi nasional yaitu 68,91 persen.

Baca juga: Kemensos perkuat fungsi balai wujudkan lansia berdaya

Bahkan dilihat dari 85 kementerian dan lembaga, realisasi anggaran Kementerian Sosial menduduki peringkat pertama terbesar.

Dalam pelaksanaan berbagai program terutama terkait bantuan sosial, Kemensos meminta pengawalan dan pendampingan serta masukan-masukan dari Kejaksaan Agung, BPKP termasuk Komisi VIII DPR RI.

"Alhamdulillah dalam pelaksanaan program-program ini berjalan baik," kata Hartono seraya menambahkan program-program Kemensos termasuk program khusus penanganan COVID-19 diharapkan akan tuntas dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan tersisa di 2020.

Ia mencontohkan bantuan khusus bagi warga terdampak COVID-19 sebagai jaring pengaman sosial seperti program bantuan sembako bagi 1,9 juta warga DKI Jakarta telah memasuki tahap ke-11 dengan nilai bantuan Rp300 ribu per keluarga.

Pada gelombang pertama yaitu April-Juni, bantuan sembako diberikan senilai Rp600 ribu per bulan setiap keluarga.

Baca juga: Penanganan COVID-19 masih jadi fokus Linjamsos pada 2021

Begitu pula untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi sembilan juta keluarga terdampak COVID-19 di luar Jabodetabek dengan nilai bantuan gelombang pertama Rp600 ribu dan gelobang kedua menjadi Rp300 ribu per keluarga.

Selain itu, bantuan khusus COVID-19 lainnya adalah BST untuk peserta Program Kartu Sembako non PKH (Program Keluarga Harapan) sebesar Rp500 ribu per keluarga yang dibagikan satu kali untuk sembilan juta keluarga.

Serta Bantuan Sosial Besar bagi 10 juta keluarga peserta PKH yang mendapatkan 15 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan sejak Agustus-Oktober.

Baca juga: Kemensos dorong peningkatan aksesibilitas informasi ramah disabilitas
Baca juga: Kemensos komitmen cetak pekerja sosial hadir untuk kemanusiaan
Baca juga: Jadi kementerian dengan kinerja mengkilap, ini pesan DPR kepada Kemensos
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020