Menkumham tegaskan pentingnya revolusi digital pelayanan publik

Menkumham tegaskan pentingnya revolusi digital pelayanan publik

Menkumham Yasonna Laoly saat membuka Konferensi Internasional Hukum dan HAM yang diselenggarakan Balitbangham Kemenkumham dalam rangkaian Hari Dharma Karya Dhika 2020 di Hotel JS Luwansa, Senin (26/10/2020). ANTARA/HO-Kemenkumham/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menegaskan pentingnya revolusi digital dalam meningkatkan kinerja para jajaran pegawai di lingkungan kementerian yang dipimpinnya.

"Transformasi telah dilakukan bersama-sama sejak 2015 hingga 2019, dan pada tahun 2020 saatnya melakukan revolusi terhadap kinerja Kemenkumham sehingga hasilnya lebih maksimal. Revolusi yang paling utama dilakukan adalah Revolusi Digital," ujar Yasonna dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Yasonna menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Dharma Karyadhika (HDKD) atau Hari Ulang Tahun Kemenkumham 2020.

Menkumham menjelaskan bahwa revolusi digital harus dilakukan mengingat peradaban zaman yang makin berkembang, maju, dan modern. Atas hal tersebut pula Hari Dharma Karyadhika tahun ini mengangkat tema "Revolusi Digital".

Tema itu menjadi pengingat bahwa pemanfaatan teknologi sudah tidak bisa ditolak sebagai pendukung atau penunjang kinerja melayani masyarakat.

Baca juga: Lagarde ingatkan pentingnya persiapan hadapi revolusi digital

"Suka atau tidak harus kita hadapi. Pandemi COVID-19 saat ini menjadi test case bagi Kementerian Hukum dan HAM apakah telah siap menerapkan digitalisasi di seluruh aspek kinerja," ucapnya.

Menurut dia, pada situasi inilah kemampuan Kemenkumham dalam menyajikan kecepatan berbasis teknologi informasi, akurasi data, kekuatan sistem dan jaringan, serta pengelolaan bandwidth untuk internet diuji.

Yasonna menyebutkan hampir seluruh negara di dunia mengandalkan kemampuan teknologi untuk berperang menghadapi pandemi COVID-19 yang dampaknya sangat luar biasa terasa pada sendi-sendi kehidupan manusia.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa adanya kebijakan pembatasan jumlah pegawai yang masuk kerja, bukan berarti membatasi produktivitas kerja.

Menurut dia, para pegawai bisa bekerja di mana saja dan kapan saja.

Kegiatan administrasi perkantoran juga dapat dilakukan melalui open workspace atau remote working, yakni sebuah metode bekerja yang dapat dilakukan dari rumah atau di mana saja dengan tetap mengutamakan pelayanan, efektivitas, dan efisiensi pekerjaan.

"Pandemi bukan halangan untuk produktif, bekerja dapat dilakukan dari rumah, kecuali pekerjaan yang sifatnya memerlukan interaksi dengan sesama manusia, misalnya dokter dan petugas lembaga pemasyarakatan," kata ucap Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan tersebut.

Baca juga: Yasonna: Revolusi digital bentuk transformasi pelayanan publik

Lebih lanjut Yasonna mengatakan bahwa Hari Dharma Karyadhika tahun ini juga menjadi momentum tepat untuk evaluasi dan introspeksi bagi jajaran Kementerian Hukum dan HAM.

Ia mengingatkan kepada jajarannya agar sensitivitas sebagai aparatur pemerintah harus tajam dan mampu menjadi panutan bagi masyarakat dan mampu menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan persoalan baru.

Inovasi-inovasi baru pelayanan publik di bidang kekayaan intelektual, keimigrasian, pemasyarakatan, administrasi hukum umum, dan pelayanan bantuan hukum juga diminta untuk terus dikembangkan sepanjang tahun 2020 untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

"Pada saat kami diambil sumpah menjadi aparatur negara, di situlah kami berjanji kepada Tuhan Yang Mahakuasa untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seperti burung merpati yang tidak pernah ingkar janji," ujarnya.

Adapun merpati menjadi logo peringatan Hari Dharma Karyadhika 2020. Pemilihan merpati karena bermakna sebagai burung yang memiliki loyalitas dan juga pembawa pesan.

Diharapkan insan Kemenkumham memiliki loyalitas terhadap bangsa dan negara serta mampu menjadi pembawa pesan positif dan penuh kedamaian terhadap lingkungan sekitar.

"Merpati juga memiliki kemampuan navigasi yang tinggi, bermakna bahwa kita dalam mengemban tugas dan tanggung jawab dengan tepat sasaran dan tepat tujuan secara efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut, yang tidak boleh kita lupakan adalah teamwork," ucap Yasonna.

Ia menegaskan, "Kita harus mampu membangun kerja sama yang erat dan sinergi untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat dan tepat. Berdua lebih baik daripada sendiri. Bekerja sama pasti lebih baik daripada bekerja sendiri-sendiri."

Dalam kegiatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada para pegawai berprestasi yang berkontribusi besar bagi kemajuan organisasi. Pegawai berprestasi dari UPT, kanwil, dan unit utama terbaik menerima penghargaan Menkumham.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020