Pertemuan menteri ASEAN, Kementan dorong pemulihan pangan global

Pertemuan menteri ASEAN, Kementan dorong pemulihan pangan global

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Kehutanan se-ASEAN (AMAF) ke-42 secara virtual, Kamis. (Kementerian Pertanian)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono mendorong kerangka pemulihan ekonomi jangka panjang untuk wilayah ASEAN dan global secara menyeluruh, khususnya pada bidang pangan dan kehutanan.

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN (AMAF) ke-42, Sekjen Momon Rusmono yang mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemulihan perlu dilakukan mengingat sektor pangan adalah kebutuhan utama yang harus dijaga bersama, terutama dalam situasi pandemi COVID-19.

"Langkah kita dalam menyusun ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam menciptakan ASEAN yang sehat dan ASEAN yang produktif," kata Momon dalam pertemuan yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis.

Menurut Momon, selama ini Kementan sudah berperan aktif dalam pencapaian ketahanan pangan regional dan global, khususnya dalam kerangka kerja sama ASEAN.

Bahkan, pemerintah terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan serta meningkatkan pendapatan keluarga petani.

Ia menjelaskan bahwa peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia sangat vital. Oleh karena itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September mengalami pertumbuhan sebesar 101,66 jika dibandingkan dengan NTP Agustus 2020 yang hanya sebesar 100,65.

Saat ini Kementan juga telah menerapkan kebijakan empat cara bertindak dalam rangka menjaga ketersediaan pangan di era normal baru, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas produksi dan cadangan pangan.

"Kemudian ada juga diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal serta memanfaatkan pekarangan dan lahan marjinal serta pengembangan pertanian modern," kata Momon.

Sebagai informasi, agenda pertemuan ini dilaksanakan secara back to back dengan pertemuan AMAF plus Three ke-20 dengan melibatkan China, Jepang, dan Korea serta pertemuan AIMMAF ke-6 yang mengikutsertakan India.

Baca juga: Merespons peringatan FAO, Pemerintah siapkan pangan berkelanjutan
Baca juga: Pakar: Hutan sumber ketahanan dan penyediaan pangan
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020