Menko PMK: Penanganan pandemi COVID-19 Indonesia dalam trek yang benar

Menko PMK: Penanganan pandemi COVID-19 Indonesia dalam trek yang benar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. ANTARA/HO-Kemenko PMK/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sudah dalam trek yang benar selama masa tujuh bulan berjalan.

Muhadjir dalam pertemuan daring dengan manajemen fasilitas kesehatan seluruh Indonesia yang dipantau di Jakarta, Rabu, menjelaskan pemerintah terbilang sebagai negara yang baik penanganan COVID-19 dari sisi kesehatan dan dampak ekonomi yang diakibatkan.

Baca juga: Menko PMK: Pandemi momentum instal ulang transformasi ekonomi desa

"Sekarang hampir tujuh bulan kita berada dalam trek yang benar menurut saya. Dibanding negara lain kalau diukur dari jumlah penduduk, maka kita termasuk negara yang menangani COVID-19 dengan baik," jelas Muhadjir.

Muhadjir menilai kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bisa terkendali, disertai dengan total rasio fatalitas yang juga bisa terkendali. Selain itu angka kesembuhan semakin meningkat dan semakin cepat dari waktu ke waktu.

Baca juga: Muhadjir Effendy pantau pemanfaatan PCR di rumah sakit Kediri

"Yang penting kita bisa menjaga keseimbangan antara risiko kesehatan, risiko sosial dari dampak COVID-19, dan risiko ekonomi," kata Muhadjir.

Saat ini, lanjut Menko PMK, Indonesia sudah mencapai tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi. Pandemi COVID-19 di Indonesia sekaligus mengubah cara kerja dan sistem serta mengubah pola penanganan dan organisasi.

Baca juga: Di Kediri, Menko PMK pantau persiapan distribusi bantuan beras warga

Namun walau bagaimanapun, Muhadjir menekankan bahwa masalah keselamatan kesehatan penduduk harus tetap diutamakan tetapi penanganan kesehatan publik tidak mungkin mengabaikan kondisi ekonomi.

Muhadjir berpendapat kalau pemerintah mengabaikan ekonomi dalam waktu lama, maka keterpurukan ekonomi akan semakin dalam dan pemulihannya akan semakin sulit dan lama.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 Rabu bertambah 4.555 jadi 267.851 orang

 
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020