BPJAMSOSTEK edukasi cegah klaster perkantoran tidak meningkat

BPJAMSOSTEK edukasi cegah klaster perkantoran tidak meningkat

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto (ANTARA/HO- Dok pri)

Jakarta (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) melakukan edukasi pada masyarakat untuk mencegah klaster perkantoran dari COVID-19 tidak meningkat.

"BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) tergerak untuk melakukan edukasi kepada para pekerja dan pemberi kerja guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di masa pandemi COVID-19," ujar Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Kegiatan yang digelar dengan tema "K3, Solusi Pelindungan Pekerja Saat Pandemi COVID-19" tersebut dibuka oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, serta menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sebagai pembicara kunci.

Dalam sambutannya Ida Fauziyah mengatakan bahwa K3 merupakan kunci penting guna menjaga keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja atau buruh dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

"Tentunya semua upaya tersebut dapat dilaksanakan dengan baik jika ada partisipasi dan dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra Kementerian Ketenagakerjaan," kata Ida.

Sementara itu, Agus Susanto menambahkan melalui kegiatan itu, pihaknya ingin memberikan edukasi terkait pentingnya implementasi K3 sebagai strategi untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan kerja, sehingga nantinya ilmu yang didapatkan dari webinar itu bisa diterapkan di kantor atau pabrik tempat mereka bekerja.

Agus menambahkan bahwa International Social Security Association (ISSA) juga memberikan perhatian yang sangat serius atas penerapan K3, khususnya pada saat pandemi COVID-19.

Pada 2017, ISSA juga telah memperkenalkan K3 secara internasional yang dikenal dengan Global Vision Zero, dimana BPJAMSOSTEK ikut dalam penandatangan komitmen terkait penerapan hal tersebut.

Dalam webinar tersebut dibahas beberapa materi menarik, di antaranya upaya promotif dan preventif serta kuratif dan rehabilitatif yang perlu dilakukan untuk mengendalikan COVID-19 di lingkungan kerja.

Selain itu dibahas juga terkait strategi perusahaan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental pekerja sebagai upaya dalam mengatasi dampak bencana nasional wabah COVID-19.

Sementara itu Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif mengatakan bahwa kegiatan webinar itu merupakan bagian dari program promotif dan preventif yang setiap tahun diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK sejak 2015.

Jika pada tahun sebelumnya BPJAMSOSTEK fokus dalam menekan angka kecelakaan kerja, khususnya kecelakaan lalu lintas, namun kali ini BPJAMSOSTEK memprioritaskan program promotif dan preventif dalam bentuk bantuan barang guna mencegah penularan COVID-19.

BPJAMSOSTEK telah memberikan 6.400 paket alat pelindung diri (APD) kepada fasilitas kesehatan, 615.000 masker kain, 13.570 bahan pangan bergizi, 3.000 paket multivitamin bagi pekerja, serta memasang 100 poster yang berisi informasi pencegahan penyebaran COVID-19.

Selain itu, BPJAMSOSTEK juga memberikan bantuan berupa 5.500 helm motor, 1.875 paket APD untuk sektor jasa konstruksi, serta menyelenggarakan pelatihan ahli K3 umum bagi 55 peserta.
Pewarta : Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020