Musim dingin Asia Timur harapan pertumbuhan ekspor Papua Barat

Musim dingin Asia Timur harapan pertumbuhan ekspor Papua Barat

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (Antara/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Musim dingin di wilayah Asia Timur menjadi harapan pagi Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan ekspor serta pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

"Pada triwulan satu tahun 2020 permintaan ekspor dunia terhadap produksi LNG (Liquefied natural gas/gas alam cair) di Teluk Bintuni turun seiring adanya perang dagang dan wabah COVID-19. Kita berharap musim dingin di Asia Timur dapat memicu ekspor LNG Papua Barat tahun 2020," ucap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Manokwari, Senin.

Pada perayaan ulang tahun provinsi Papua Barat ke-21 itu gubernur optimistis perekonomian daerah ini akan tetap tumbuh positif seiring ekspansi pemerintah dan kegiatan investasi. Pada sisi lain, produksi LNG di Teluk Bintuni saat ini pun sudah stabil dibanding tahun lalu.

Baca juga: Kementan catat 2019 ekspor pertanian Papua Barat Rp936,6 milyar

Ia mengakui, realisasi belanja pemerintah daerah saat ini belum optimal. Ekspor LNG diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi di provinsi itu.

Menurut dia, pandemi COVID-19 masih menjadi persepsi negatif dan ini menjadi ancaman bagi volume perdagangan dunia. Bagi Papua Barat hal ini dinilai dapat menghambat kinerja ekspor.

"Namun investasi di Papua Barat juga masih cukup solid baik pada proyek pemerintah maupun swasta. Pembangunan konstruksi train 3 BP Tangguh sedang berjalan, juga pengembangan bandara di beberapa kabupaten, pengembangan kawasan ekonomi khusus di Sorong serta pembangunan jalan Trans Papua," katanya.

Baca juga: Papua Barat kembali ekspor biji kakao ke Eropa

Gubernur pun bersyukur, inflasi Papua Barat terjaga cukup stabil hingga akhir 2019 pada angka 1,93 persen. Diakhir 2020 ia pun berharap inflasi tetap terjaga.

"Inflasi Papua Barat pada akhir 2019 sebesar 1,93 persen, turun dibanding 2018 yang berada diangka 5,21 persen. Kita punya jauh lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat mencapai 2,72 persen," ujarnya.

Terkait kegiatan ekspor Papua Barat, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), bahan bakar mineral merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat. Pada Agustus 2020, nilainya sebesar 122,08 juta dolar Amerika atau 98,73 persen dari total ekspor di Provinsi ini.

Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor Papua Barat terbesar dengan kontribusi sebesar 73,96 persen.

 
Pewarta : Toyiban
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020