Meski pandemi, kualitas belajar daring di Banda Aceh harus meningkat

Meski pandemi, kualitas belajar daring di Banda Aceh harus meningkat

Wali Kota Banda Aceh, Provinsi Aminullah Usman ketika memimpin rapat membahas pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di pendopo wali kota Banda Aceh, Rabu (7/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Banda Aceh).

Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Banda Aceh, Provinsi Aminullah Usman meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat agar meningkatkan kualitas sistem daring melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah, meski di tengah pandemi sistem belajar daring kita berjalan dengan baik dan lancar. Hanya saja memang ada sejumlah kendala. Tentu akan terus kita evaluasi untuk mencari solusinya," kata Aminullah di Banda Aceh, Jumat.

Wali kota mengarahkan Disdikbud Kota Banda Aceh meminta para guru untuk meningkatkan pengawasan kepada peserta didik, dan memastikan mereka tetap berada di depan perangkat mengikuti daring hingga selesai, meski tidak ada orang tua yang mendampingi.

Ia menyarankan Disdikbud setempat menyiapkan konsep-konsep daring yang lebih kreatif, supaya siswa tidak jenuh mengikuti proses belajar jarak jauh bertujuan agar peserta didik menjadi senang mengikuti belajar daring.

Menurut dia sistem belajar daring harus dijalankan demi keberlangsungan proses pembelajaran dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan beberapa aplikasi, seperti zoom, e-Belajar, Google Classroom, WhatsApp, dan aplikasi lainnya.

Data Disdikbud Kota Banda Aceh menyebutkan saat ini terdapat 33 ribu lebih murid Sekolah Dasar (SD), dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak bisa belajar tatap muka di sekolah akibat COVID-19 sejak Maret 2020.

"Saat seperti ini, kreatifitas guru sangat dibutuhkan agar proses belajar daring merasa menyenangkan bagi siswa," kata Aminullah.

Wali kota juga meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat segera mengkaji kemungkinan memberikan bantuan ponsel android, dan kouta internet bagi murid atau siswa dari kalangan keluarga miskin.

"Kami meminta Disdikbud mendata berapa jumlah siswa SD dan SMP yang berasal dari keluarga miskin," katanya dan menambahkan tdak semua orang tua mampu membelikan ponsel bagi anaknya.

"Apalagi dalam suatu keluarga yang memiliki tiga hingga empat orang anak usia dengan sekolah baik SD maupun SMP," katanya.

Bantuan ponsel bisa dianggarkan pihaknya lewat APBD dengan sifatnya pinjam pakai. "Kita tidak bisa prediksi, kapan pandemi akan berakhir. Untuk antisipasi, mungkin bisa kita anggarkan bantuan untuk ponsel dan kouta internet di tahun depan," demikian Aminullah Usman.

Baca juga: DPR Aceh belum rekomendasikan siswa sekolah tatap muka

Baca juga: Sekolah di Banda Aceh tetap berlangsung daring, sebut Wali Kota

Baca juga: Cegah COVID-19, pelajar madrasah di Aceh belajar secara daring
Pewarta : Muhammad Said
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020