Jakarta (ANTARA) - OYO Indonesia bekerjasama dengan e-wallet OVO dan GoPay untuk mengintegrasikan sistem pembayaran elektronik di aplikasi OYO.

Selain mempermudah pembayaran dan proses refund bagi tamu, layanan ini sekaligus memperkuat penerapan protokol kesehatan melalui digitalisasi, sehingga mengurangi kontak fisik.

"Hadirnya e-wallet ini diharapkan dapat mempermudah sekaligus mempercepat proses refund dan pembayaran, serta mengurangi kontak fisik pada point-of-purchase yang biasanya dilakukan di meja resepsionis hotel saat bertransaksi,” kata Agus Hartono Wijaya, Country Head OYO Hotels and Home Indonesia, dalam siaran resmi, Rabu.

Layanan e-wallet ini bisa digunakan sebagai metode pembayaran serta pengajuan refund melalui aplikasi.

Setelah melakukan pencarian dan pemesanan hotel yang diinginkan di aplikasi, tamu akan diarahkan pada pemilihan metode pembayaran yaitu transfer bank, kartu debit/kredit, atau e-wallet.

Baca juga: OYO Indonesia hadirkan fitur "check-in" tanpa sentuhan

Baca juga: OYO Indonesia alokasikan hotel untuk menginap tenaga medis COVID-19


Sementara itu untuk proses refund, tamu akan menerima konfirmasi melalui surel setelah mengajukan proses refund.

Kemudian tamu dapat mengakses tautan yang ada di email tersebut untuk mengisi rincian pemesanan seperti booking id, surel, dan nomor telepon. Kemudian, tamu dapat memilih metode pembayaran melalui e-wallet ataupun transfer bank.

Agus mengatakan, integrasi sistem pembayaran ini adalah inisiatif lanjutan dari Sanitized Stay, komitmen OYO dalam memastikan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan dalam operasional secara komprehensif mulai dari proses check-in hingga check-out.

Melalui digitalisasi sistem pembayaran ditambah dengan fitur contactless check-in yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu, tamu dapat melakukan seluruh proses pemesanan kamar, check-in dan pembayaran dengan lebih seamless melalui perangkat pintar mereka, tanpa harus berinteraksi langsung dengan staf.

Dia menambahkan, pembatasan wilayah pada awal masa pandemi berdampak pada peningkatan permintaan pengembalian dana. Kendati demikian, selama enam bulan terakhir hanya sekitar dua persen total pelanggan OYO di Indonesia yang membuat permintaan pengembalian dana.

"Saat ini OYO telah menyelesaikan lebih dari 99.4 persen permintaan pengembalian dana tersebut," kata dia.

Agus menjelaskan, ada sejumlah hal yang menghambat proses pengembalian dana, seperti data pelanggan yang tercantum tak akurat, surel tidak lengkap, nomor telepon dan rekening bank yang tidak tepat.

"Melalui integrasi sistem pembayaran dengan e-wallet, OYO menargetkan proses pembayaran refund konsumen dapat dilakukan secara lebih mudah dan terselesaikan dalam jangka waktu paling lama 1 minggu," jelas dia.

Baca juga: Jaringan hotel berbasis teknologi OYO resmi hadir di Indonesia

Baca juga: Bayar PBB dan restribusi kini bisa lewat GoPay

Baca juga: Digitalisasi bisa gugah efisiensi dan ketaatan warga bayar pajak

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020