Di Sulsel, ICRC diberi masukan ruangan khusus pemulasaraan COVID-19

Di Sulsel, ICRC diberi masukan ruangan khusus pemulasaraan COVID-19

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berfoto bersama delegasi delegasi ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste di Makassar, Jumat,(2/10/2020). (FOTO ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan masukan pengadaan ruangan khusus pemulasaraan bagi keluarga korban COVID-19 kepada Komite Internasional Palang Merah atau International Committee Red Cross (ICRC).

Wagub dalam pernyataan di Makassar, Sabtu mengatakan bahwa masukan itu disampaikan menanggapi upaya ICRC yang sempat berdiskusi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa lembaga lainnya terkait pemulasaraan jenazah COVID-19.

Pada Jumat (2/10) 2020, Wagub menerima kunjungan delegasi regional ICRC di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar.

"Saya pernah ada masukan, adanya ruang khusus bagi keluarga jenazah pasien COVID-19. Jadi bisa melihat proses pemulasaraan hingga pemakaman," katanya.

"Tapi pada intinya kami minta ICRC bisa menulis surat catatan kepada kami untuk hasil kunjungannya ke Sulsel sehingga bisa menjadi masukan dalam kebijakan provinsi," tambahnya.

Saat ini, kata dia, masyarakat Sulsel telah sadar akan pentingnya prosedur untuk COVID-19.

"Kami selalu terbuka jika ingin datang dan selalu siap dihubungi untuk kerja-kerja ICRC," kata Andi Sudirman Sulaiman .

Rombongan ICRC yang diterima Wagub Sulsel itu terdiri atas Wakil Kepala Delegasi ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste Benoit Chavaz, Dominic Earnshaw (networking advisor), Dini Haripuspita (program advisor), dan Donny Putranto (penasihat hukum ICRC.

Mereka menyampaikan jika sebelumnya telah melakukan kunjungan di beberapa tempat di Sulsel, seperti di perguruan tinggi yakni Universitas Hasanuddin dan Universitas Islam Negeri (UIN) dan dua pesantren.

Benoit Chavaz memperkenalkan tujuan kunjungan, memaparkan perkembangan  kerja-kerja ICRC di Indonesia—khususnya terkait pengajaran hukum humaniter internasional di universitas, respons terhadap COVID-19, dan proyek baru ICRC bernama Nilai Kemanusiaan.

Dalam kesempatan ini Benoit Chavaz memberikan buku berjudul "Kemanusiaan Perang, dan Hukum Perang Islam".

Baca juga: ICRC: Keselamatan relawan kemanusiaan COVID-19 harus jadi prioritas

Baca juga: Cegah COVID-19, ICRC distribusi bantuan ke lapas di Jabar dan Banten

Baca juga: JK jelaskan upaya penanggulangan COVID-19 kepada ICRC Asia Tenggara

Baca juga: PMI dan ICRC gelar lokakarya Health Care in Danger
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020