Wakapolda Jabar tinjau penanganan COVID-19 di Kota Bogor

Wakapolda Jabar tinjau penanganan COVID-19 di Kota Bogor

Waka Polda Jawa Barat Brigjen Pol Eddy Sumitro tambunan saat meninjau kesiapan penanganan COVID-19 di Rumah Sakit PMI Kota Bogor, di Kota Bogor, Jumat (2/10/2020). (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan meninjau dua rumah sakit di Kota Bogor untuk pemantauan kesiapan penanganan pasien positif COVID-19 di Kota Bogor terkait  penambahan jumlah tempat tidur.

Kedua rumah sakit yang ditinjau adalah Rumah Sakit Azra di Jalan Raya Pajajaran Kecamatan Bogor Utara serta Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) di Jalan Raya Pajajaran Kecamatan Tengah Kota Bogor, Jumat.

Brigjen Pol Eddy Sumitro pada peninjauan tersebut didampingi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Komandan Kodim 0606 Kota Bogor Kol Inf Roby Bulan, dan Waka Polresta Bogor Kota AKBP Arsal Sahban.

Peninjauan dimulai ke RS Azra di Jalan Raya Pajajaran Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor. Di RS Azra, Eddy Sumitro Tambunan, melakukan pengecekan pelayanan kesehatan dan penambahan ruang perawatan isolasi untuk pasien COVID-19.

Baca juga: Ruang isolasi tambahan RSPI difungsikan, tampung lonjakan pasien

Baca juga: Pemkot Bandung siapkan ruang isolasi tambahan antisipasi corona


Dari RS Azra, Eddy Sumitro dan rombongan melanjutkan kunjungan ke RS PMI di Jalan Raya Pajajaran Kecamatan Bogor Utara. Tiba di RS PMI, Eddy Sumitro dan rombongan diterima oleh Direksi RS PMI dan diantarkan mengunjungi ruangan-ruangan yang menjadi tempat perawatan pasien COVID-19.

Tempat perawatan tersebut adalah, ruang ICU (Intensive Care Unit) dan ruang isolasi tempat perawatan pasien COVID-19 yang berada di lantai dua dan lantai tiga. RS PMI menambah 19 tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19.

Pada kesempatan tersebut, Eddy Sumitro mengatakan, kunjungannya ke Kota Bogor untuk meninjau langsung penanganan COVID-19 Kota Bogor yang saat ini berstatus zona merah.

Menurut Eddy Sumitro, dari 14 indikator penentuan zonasi suatu daerah, ada lima indikator yang masih rendah di Kota Bogor.

"Kelima indikator ini harus diperbaiki agar Kota Bogor berada pada zona yang lebih aman," katanya.

Eddy menyebut, salah satu indikator tersebut, adalah ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 dan keterisian tempat tidur bagi pasien COVID-19 di rumah sakit.

 "Dari kunjungan ke kedua rumah sakit itu, saya melihat persiapannya bagus," katanya.

Eddy menambahkan, pemerintah pusat juga siap membantu daerah dengan kasus positif COVID-19 tinggi untuk menyediakan  tempat isolasi mandiri.

Baca juga: Kabupaten Bogor butuh ruang isolasi tambahan

Baca juga: RSUD Soedono Madiun sediakan ruang isolasi tambahan pasien corona

 
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020