Literasi keuangan digital bantu publik hindari pinjaman ilegal via SMS

Literasi keuangan digital bantu publik hindari pinjaman ilegal via SMS

Pesan SMS Pengingat Pemberitahuan Komunikasi sms. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pemahaman terhadap edukasi dan literasi keuangan digital yang baik dapat berperan penting dalam  menghindarkan publik dari tawaran-tawaran pinjaman ilegal via layanan pesan singkat atau SMS.

“Literasi keuangan digital yang baik di masyarakat pada dasarnya akan sangat membantu mengurangi kerugian dan keresahan masyarakat akan maraknya tawaran pinjaman ilegal via SMS yang terjadi belakangan ini," ujar Chief of Marketing Officer, KoinWorks Jonathan Bryan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, KoinWorks sendiri yang memang fokus pada ragam produk finansial untuk personal dan pelaku bisnis tidak pernah melakukan kegiatan pemasaran melalui SMS dengan maksud untuk menawarkan pinjaman.

"Kami selalu fokus pada edukasi terkait kebutuhan finansial dari setiap pengguna ataupun calon pengguna agar dapat menemukan produk yang cocok sesuai dengan kebutuhan finansialnya," katanya.

Baca juga: OJK cari format edukasi literasi keuangan digital bagi millenial

Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang kini mulai lebih memanfaatkan teknologi digital dalam bertransaksi di masa pandemi, penggunaan akan platform fintech pun mengalami dampak kenaikan.

Akselerasi digital dalam pemanfaatan platform fintech ini pun selayaknya perlu didukung oleh literasi keuangan khususnya keuangan digital oleh masyarakat, melihat maraknya modus kejahatan yang dilakukan oleh platform fintech ilegal.

KoinWorks juga ikut serta secara aktif dalam upaya pemerintah dan industri untuk memberikan pemahaman akan aspek penting yang harus diperhatikan masyarakat dalam memilih platform fintech yang sesuai dengan kebutuhan finansialnya.

Baca juga: OJK hentikan usaha 589 pinjaman daring ilegal

KoinWorks selalu mengimbau agar masyarakat memeriksa status perizinan platform fintech tersebut di otoritas yang berwenang seperti OJK atau Bank Indonesia, menghindari untuk mengakses penawaran layanan melalui media penyebaran yang meragukan dan dilarang oleh pemerintah seperti melalui SMS, Direct Message(DM) di media sosial, serta sarana komunikasi pribadi lain yang bersifat personal dan juga situs internet tidak resmi,

Masyarakat juga diimbau untuk secara aktif mengawasi praktik fintech ilegal dengan sigap melaporkan kepada penegak hukum bila menemukan layanan fintech yang meresahkan.

KoinWorks telah meluncurkan e-book “Peran Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan” hasil kerjasama dengan Dewan Sekretariat Nasional Keuangan Inklusif (DSNKI) yang juga menjelaskan mengenai pemilihan lembaga keuangan yang tepat, sehingga masyarakat terhindar dari risiko kejahatan di sektor keuangan
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020