Tingkatkan produksi budidaya, KKP salurkan benih dan pakan ikan

Tingkatkan produksi budidaya, KKP salurkan benih dan pakan ikan

Dokumentasi- Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto sedang menebar pakan ikan di Bantul, DIY, Kamis (5/9) (Agita Tarigan)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan produksi perikanan budidaya dengan menyalurkan benih dan pakan ikan yang dibutuhkan oleh berbagai pembudidaya  di Tanah Air.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat, menyatakan, program bantuan benih dan pakan ikan merupakan program prioritas nasional KKP dengan tujuan mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya.

"Penyaluran bantuan benih dan pakan ini adalah langkah kongkrit kami untuk terus meningkatkan produksi perikanan budidaya nasional dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya, dan menggairahkan ekonomi di daerah, terutama di masa pandemi seperti sekarang," tegas Slamet.

Berdasarkan data KKP, jumlah target bantuan benih ikan air tawar pada tahun 2020 adalah sebanyak 48,96 juta ekor yang bakal disalurkan ke seluruh Indonesia.

Baca juga: KKP buat paket teknologi pacu produktivitas benih ikan laut

Baca juga: Menteri Edhy siap berkolaborasi tingkatkan budi daya perikanan

Selain itu, ujar dia, proyeksi bantuan benih tersebut diharapkan memberikan kontribusi peningkatan hasil produksi kurang lebih sejumlah 8.568 ton.

Salah satu upaya terbaru yang dilakukan terkait hal itu adalah menyalurkan bantuan benih dan pakan di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, karena daerah tersebut didukung sumber daya alam seperti ketersediaan lahan, air maupun SDM yang mumpuni.

"Adanya bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya dan mampu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak serta memperkuat kelembagaan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) menuju usaha yang mandiri," ucapnya.

Adapun program bantuan yang didistribusikan selama kurang lebih dua pekan pada September diantaranya bantuan benih ikan patin, ikan nila dan ikan mas sejumlah 360 ribu ekor di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Lahat dan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Bantuan kepada Kabupaten Musi Banyuasin diserahkan kepada 5 kelompok pembudidaya ikan dengan masing-masing menerima sejumlah 30 ribu ekor benih ikan patin dengan total keseluruhan sebanyak 150 ribu ekor.

Baca juga: KKP sebut "restocking" benih ikan sebagai jurus jitu ketahanan pangan

Sedangkan bantuan kepada Kabupaten Lahat, BPBAT Sungai Gelam mendistribusikan sebanyak 210 ribu ekor bantuan benih ikan Mas, Nila dan Patin yang diterima oleh 20 Pokdakan yang ada di Kabupaten Lahat. Selain benih ikan BPBAT Sungai Gelam juga mendistribusikan program Pakan Ikan Mandiri sejumlah 6,5 ton.

Bukan hanya di Provinsi Sumatera Selatan saja, di Provinsi Jambi, BPBAT Sungai Gelam mendistribusikan bantuan benih ikan Lele di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi sebanyak 60 ribu ekor untuk 3 pokdakan.

Kepala BPBAT Sungai Gelam, Boyun Handoyo menjelaskan secara keseluruhan, target BPBAT Sungai Gelam memproduksi dan menyalurkan bantuan benih ikan air tawar sebanyak 10,34 juta ekor dari mulai Aceh hingga lampung bahkan di beberapa kepulauan seperti Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Bukan hanya daerah potensial saja yang diberikan program bantuan benih, KKP melalui DJPB juga telah merangkul Suku Anak Dalam (SAD), atau dikenal dengan Orang Rimba yang merupakan suku asli Provinsi Jambi, untuk mulai melakukan budidaya ikan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, BPBAT Sungai Gelam telah memberikan bantuan benih ikan Patin sebanyak 9 ribu ekor dan pakan ikan sebanyak 2 ton.

Baca juga: Dirjen KKP: Pakan ikan mandiri salah satu prioritas

Baca juga: KKP latih warga buat pakan mandiri siasati harga tinggi
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020