Hindari penularan, aktivitas DPRD Pekanbaru diminta dihentikan dulu

Hindari penularan, aktivitas DPRD Pekanbaru diminta dihentikan dulu

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). ANTARA FOTO/Rony Muharrman/NZ

Pekanbaru (ANTARA) - Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dr Zaini Rizaldy Saragih meminta sekretariat DPRD kota itu menghentikan sementara aktivitas kantor guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 agar tidak menambah jumlah kasus, karena ada sejumlah anggota Dewan yang positif..

"Sebab beberapa anggota DPRD Pekanbaru terkonfirmasi positif COVID-19, selain legislator ada juga beberapa pegawai," katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Kamis.

Menurut dia orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 berpotensi akan bisa menularkan ke orang lain sehingga aktivitas kantor lembaga perwakilan rakyat itu harus ditutup sementara, di samping penyemprotan dengan disinfektan kantor tersebut harus dilakukan.

Untuk yang terkonfirmasi positif COVID-19, kata dia, segera akan dilakukan isolasi di rumah sakit di samping tetap menjalani perawatan dan pengobatan.

"Namun demikian untuk tindakan pelacakan juga tetap dilakukan, terkait kontak erat pasien tersebut dengan orang lain. Untuk kegiatan ini Dinkes berpedoman kepada penanganan COVID-19 yang diatur Kementerian Kesehatan," katanya.

Orang yang memiliki kontak erat itu, katanya, akan menjalani tes usap karena mempunyai gejala, dan selanjutnya akan dilihat hasil pelacakannya. 

"Kalau memang yang bersangkutan mempunyai gejala, maka dia menjadi prioritas untuk dites usap," katanya.

Berdasarkan data Dinas kesehatan Kota Pekanbaru yang berasal dari laporan setiap fasilitas kesehatan, dengan data yang dicatat adalah warga Kota Pekanbaru per 24 September 2020 pukul 14.00 WIB adalah sebanyak 16.671 orang.

Dari sebanyak 16.671 orang itu terdiri atas 12.704 ODP berasal dari 2.091 orang dalam proses pemantauan, dan 10.631 selesai pemantauan.

Berikutnya pasien dalam pengawasan sebanyak 1.194 orang terdiri atas dirawat 144 orang, meninggal 94 orang dan sehat 956 orang.

Jumlah total positif COVID-19 adalah 2.773 orang terdiri atas kondisi yang masih dirawat 1.839 orang, meninggal 37 orang, dan sembuh 897 orang, demikian Zaini Rizaldy Saragih.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Pekanbaru melonjak sebabkan ruang isolasi tinggal 96

Baca juga: Pekanbaru alami ledakan kasus COVID-19 mencapai 114 orang

Baca juga: Pekanbaru penyumbang pasien COVID-19 terbanyak di Riau
Pewarta : Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020