KLHK dukung sektor swasta kembangkan "dropbox sampah kemasan"

KLHK dukung sektor swasta kembangkan

Ilustrasi. (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendukung sektor swasta untuk mengembangkan program "Dropbox Sampah Kemasan" untuk mempercepat target pengurangan sampah sebesar 30 persen pada tahun 2025.

Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK, Ujang Solihin Sidik, menyatakan bahwa program itu merupakan wujud dukungan sektor swasta terhadap PP RI No 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstranas).

"Ini merupakan kolaborasi yang baik dan diharapkan pemerintah kepada teman-teman produsen, pemegang merk, dan retail, serta merupakan bentuk nyata sektor swasta mau terlibat langsung," kata Ujang melalui diskusi virtual, Selasa.

Baca juga: Kampus UI Depok uji coba aspal berbahan sampah plastik multilayer

Baca juga: Greenpeace: Bioplastik tidak akan hilangkan masalah sampah plastik


Dropbox Sampah Kemasan juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengurangan sampah, khususnya pengurangan sampah oleh produsen di Indonesia, seperti diamanatkan dalam UU RI No. 18 tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah, PP RI No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Jenis Rumah Tangga, dan Peraturan Menteri LHK No. P.75 tahun 2019 terkait Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

"Semoga melalui kerja sama dan kolaborasi lintas organisasi dan sektor ini akan mempercepat pencapaian target pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen di 2025," imbuhnya, menambahkan bahwa program itu melibatkan PT Hero Supermarket, Tbk (HERO Group), Nutrifood dan Garnier.

Jenis sampah yang dikumpulkan pada Dropbox Sampah Kemasan adalah valuable inorganic waste yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori sampah kemasan kertas (kotak minuman, dus kosmetik, dll), sampah kemasan plastik (botol plastik, sachet, bungkus plastik), serta sampah kemasan kaca (botol kaca, toples kaca, dll).

Head of Corporate Communication Nutrifood, Angelique Dewi mengatakan, inisiatif dropbox sampah kemasan diharapkan bisa mengarah ke pengelolaan sampah yang lebih baik serta menggugah kesadaran konsumen dan produsen.

"Semoga ini bisa mengarah ke pengeloaan sampah yang lebih baik, mengedukasi konsumen, serta menjadi dukungan ke bank sampah," kata Angelique.

"Dan bagi pihak swasta, sampah kemasan ini tantangan bersama dan merupakan kolaborasi lintas sektor. Sejalan dengan komitmen kami yang sustaible, kami berkontribusi dari reduce, reuse, dan recycle," imbuhnya.

Baca juga: Waste4Change tangani sampah plastik dengan layanan dropbox

Baca juga: KISAKU kolaborasi dengan bank sampah

Baca juga: Bridgestone perkecil label ban dukung pengurangan sampah plastik
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020