Di Malang Raya, rumah sakit rujukan COVID-19 dapat bantuan ventilator

Di Malang Raya, rumah sakit rujukan COVID-19 dapat bantuan ventilator

Penyerahan bantuan mesin ventilator oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Malang Raya dan Blitar, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2020). (FOTO ANTARA/HO-Pool-Rifky Edgar)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak sembilan rumah sakit rujukan penanganan pasien konfirmasi positif COVID-19 yang ada di Malang Raya, Jawa Timur, mendapatkan bantuan ventilator atau alat bantu pernafpasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa rumah sakit rujukan penerima bantuan tersebut, sebelumnya telah mengajukan permintaan kepada Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan tambahan alat bantu pernafasan bagi pasien COVID-19 itu.

"Total ada 11 ventilator yang kami serahkan untuk rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Malang Raya, dan Blitar," kata Khofifah, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Sembilan rumah sakit di Malang Raya yang menerima bantuan ventilator tersebut adalah Rumah Sakit Tentara Soepraoen, Rumah Sakit Lavalette Malang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang, dan Rumah Sakit Muhammadiyah Malang.

Selain itu, Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang, Rumah Sakit Islam Kota Malang, Rumah sakit Wava Husada Kabupaten Malang, RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, dan RS Prima Husada Kabupaten Malang.

Sementara dua ventilator lainnya, diserahkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar, dan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Secara keseluruhan, ada 11 ventilator yang diserahkan untuk wilayah Malang Raya, dan Blitar.

"Total ada 11 ventilator yang kami serahkan untuk rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Malang Raya dan Blitar. Besok akan kami distribusikan lagi ke Bojonegoro, Probolinggo dan Banyuwangi," katanya.

Ia menambahkan, nantinya para tenaga medis yang mengoperasikan ventilator tersebut akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu secara daring, yang dilakukan oleh Unites States Agency for International Development (USAID).

"Seluruh penerima akan diberikan pelatihan dari tim USAID. Itu untuk memastikan proses penggunaannya, keselamatan, dan lainnya. Pelatihan dilakukan secara virtual," katanya.

Ia mengharapkan, dengan adanya bantuan ventilator tersebut bisa meningkatkan angka kesembuhan pasien konfirmasi positif COVID-19 di wilayah Malang Raya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengoptimalisasi upaya penanganan COVID-19.

"Upaya penanganan COVID-19 akan terus kami maksimalkan. Diharapkan angka kesembuhan COVDI-19, di Jawa Timur terus meningkat," kata Khofifah.

Saat ini ketersediaan ventilator di rumah sakit rujukan penanganan COIVD-19 di Kota Malang ada sebanyak 13 unit. Ventilator itu ada di RSUD Saiful Anwar Malang sebanyak sembilan unit, RS Lavalette tiga unit, dan RS Panti Waluya Sawahan satu unit.

Sementara untuk ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19, jumlah kapasitas keseluruhan ada 251 tempat tidur, terisi 212, dan sisa ketersediaan ada 39 tempat tidur.

Selain itu, pada rumah isolasi penanganan COVID-19 yang terletak di Jalan Kawi, Nomor 41, Kota Malang, dari total kapasitas 72 tempet tidur, terisi 51 pasien, dan fasilitas lainnya adalah di RSUD Kota Malang memiliki kapasitas 50 tempat tidur, dan terisi 16 pasien.

Hingga saat ini jumlah pasien positif terjangkit virus Corona di Kota Malang tercatat sebanyak 1.732 orang. Dari total tersebut, sebanyak 166 orang dilaporkan meninggal dunia, 1.210 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya dalam perawatan.

Baca juga: IDI: Dalam sebulan 15 dokter tertular COVID-19 di Malang Raya

Baca juga: Pasar OroOro Dowo jadi percontohan menuju normal baru di Kota malang

Baca juga: IDI: Seorang dokter di Malang meninggal dunia akibat COVID-19

Baca juga: Sebanyak 109 ribu pekerja di Malang Raya akan mendapat subsidi gaji

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020