Satgas COVID-19 dukung Depok dan Bogor terapkan jam malam

Satgas COVID-19 dukung Depok dan Bogor terapkan jam malam

Anggota Satpol PP Kota Bogor memberikan sanksi bagi warga yang tidak menggunakan masker saat patroli jam malam di kawasan Pasar Merdeka, Ciwaringin, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020). Pemerintah Kota Bogor memberlakukan jam malam mulai pukul 21.00 WIB dengan membatasi aktivitas warga di luar sebagai upaya menekan tingginya angka penularan COVID-19 di wilayah zona merah Kota Bogor dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mendukung langkah Pemerintah Kota Bogor dan Depok yang menerapkan pembatasan aktivitas warga dengan pemberlakuan jam malam untuk menekan penyebaran virus corona baru.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers daring dari Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, mengatakan kebijakan pembatasan kegiatan warga di Bogor dan Depok itu mencerminkan langkah cepat pemerintah setempat dalam menekan penyebaran COVID-19, yang dalam beberapa terakhir semakin meluas di Tanah Air.

Baca juga: Indonesia belum berhasil tekan COVID-19 secara konsisten, kata Satgas

Baca juga: Kota Tangerang kembali jadi zona merah penyebaran COVID-19

“Kami apresiasi Depok dan Bogor yang dengan cepat mengambil langkah dengan merekomendasikan jam malam untuk wilayah-wilayahnya karena penularannya yang tinggi,” ujar dia.

Adapun status risiko Kota Bogor dan Kota Depok adalah zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan COVID-19. Di wilayah Jabodetabek, Kota Tangerang dan Bekasi juga sudah menjadi zona merah.

Wiku mengatakan seluruh pemerintah daerah (pemda) dan Satuan Tugas daerah harus selalu tanggap dengan kondisi penyebaran COVID-19 di daerah masing-masing. Pemda juga harus terus melakukan evaluasi dan monitoring (pengawasan) terhadap kebijakan yang sudah diambil.

Baca juga: Satgas COVID-19 sebut kasus positif mingguan naik 32,9 persen

Baca juga: Satgas COVID-19: Mutasi virus belum lebih penting dari risiko lain

Dia juga mengingatkan pemda tidak bisa sembarangan membuka aktivitas warga seperti sediakala karena harus melewati tahapan prakondisi, jangka waktu, penentuan prioritas dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Dari monitoring evaluasi yang dilakukan ini dan disikapi dengan cepat oleh pemda adalah cara yang paling tepat untuk betul-betul dapat mengurangi penularan. Jadi pemda silahkan cari solusi untuk menekan kasusnya di masing-masing daerah,” ujar dia.

Per Kamis ini, di seluruh Indonesia, terjadi penambahan 3.622 pasien baru terjangkit COVID-19 sehingga total kasus positif di Indonesia mencapai 184.268 kasus. Sedangkan pasien COVID-19 yang sembuh mencapai 132.055 orang, dan 7.750 orang meninggal dunia.

Baca juga: Jam malam di Kota Depok disosialisasikan secara gencar cegah COVID-19

Baca juga: Terapkan PSBMK, Pemkot Bogor terus gelar razia

 

Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020