Jazilul Fawaid optimistis perkembangan uji klinis vaksin COVID-19

Jazilul Fawaid optimistis perkembangan uji klinis vaksin COVID-19

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid (HO-Dok MPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid optimistis dengan perkembangan uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.

"Apa yang mereka lakukan harus kita dukung. Mereka bekerja untuk menyelamatkan umat manusia," kata Jazilul Fawaid yang akrab disapa Gus Jazil, dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Rabu.

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 hingga saat ini membuat para ilmuwan dan perusahaan obat serta farmasi berlomba untuk segera menemukan vaksin karena vaksin yang dianggap mampu menghentikan penularan COVID-19.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Lonjakan kasus COVID-19 harus segera direspons

Saat ini tercatat ada pengembangan vaksin hingga mencapai 165 macam, dan 31 vaksin di antaranya telah diujicobakan kepada manusia hingga pada tahap ketiga yang melibatkan ribuan sukarelawan.

Menanggapi perkembangan vaksin yang dilakukan oleh para ilmuwan, termasuk ilmuwan Indonesia, Gus Jazil merasa bahagia karena selama ini upaya untuk mencegah penularan COVID-19 seperti melalui "lockdown" maupun PSBB telah dilakukan oleh seluruh negara termasuk bangsa Indonesia.

"Dengan penerapan protokol kesehatan mampu mencegah penularan COVID-19. Namun, apabila sudah ditemukan vaksin maka kita akan mampu mengendalikan COVID-19," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Pada Januari dan Februari 2021, program vaksinasi direncanakan akan dilakukan kepada masyarakat, Gus Jazil berharap vaksinasi segera bisa dilakukan.

Baca juga: Ketua MPR minta pemerintah cepat amankan bahan baku vaksin COVID-19

Dengan vaksinasi COVID-19, ia berharap perekonomian di Indonesia kembali pulih bahkan bangkit pada tahun 2021, mengingat pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan Indonesia membuat banyak negara mengalami resesi.

"Di Indonesia dampak yang terjadi membuat pertumbuhan ekonomi anjlok hingga pada minus 5,32 persen, sehingga menambah pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial semakin lebar," katanya.

Pemerintah, kata dia, saat ini telah melakukan tes kepada dua juta orang yang menunjukkan Indonesia lebih masif dalam pencegahan dibanding dengan negara lain. Tingkat penyembuhan pun mencapai 70 persen, sedangkan penyembuhan rata-rata dunia berkisar 68 persen.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu optimistis terhadap perkembangan perekonomian bangsa bila uji klinis tahap ketiga dari vaksin yang dikembangkan berhasil.

Baca juga: Komisi IX DPR dukung pengembangan vaksin Merah Putih

"Bila vaksin telah ditemukan ekonomi kita akan kembali bangkit," ujarnya, seraya menyebutkan sektor pariwisata selama ini merosot akibat pandemi.

Sebelum ada pandemi, kata Gus Jazil, sektor pariwisata di Indonesia mampu memberi pemasukan dan pendapatan tidak hanya kepada pemerintah pusat namun juga pada pemerintah daerah dan para pelaku usaha di bidang terkait.

"Bila vaksin telah ditemukan, maka hotel, transportasi, pelaku usaha di bidang pariwisata, perdagangan, dan masyarakat yang ada di kawasan tempat wisata akan kembali menggeliat dan hidup sejahtera," katanya.

Namun, semua hal itu kembali berpulang pada perkembangan penemuan vaksin sehingga dirinya terus mendorong dan berharap agar uji klinis tahap ketiga dari vaksin yang telah dilakukan di Bandung, Jawa Barat, dan di kota-kota di dunia lainnya berhasil dan sukses.

Baca juga: Presiden Jokowi : Vaksin Merah Putih diproduksi pertengahan 2021

"Setelah itu kita kembali hidup pada masa yang benar-benar normal," kata pria yang juga Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020