Kemenperin: Industri desain produk berpotensi sumbang perekonomian

Kemenperin: Industri desain produk berpotensi sumbang perekonomian

Perajin memproduksi batik tulis di industri rumahan Batik Taman Lumbini, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta, Selasa (7/7/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pras.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengemukakan industri desain produk kemasan berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, mengingat beragam desain produk nasional di sektor industri kreatif kian diminati di pasar global

"Desain memiliki porsi yang cukup besar dalam penciptaan nilai tambah produk, karena berpengaruh terhadap rantai nilai sebuah produk, mulai dari bahan baku, proses produksi hingga penyampaian produk kepada konsumen," kata Gati lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Kemenperin: Desain kemasan produk IKM perlu sesuai protokol kesehatan

Berdasarkan Global Industrial Design Market 2020 Research Report, nilai pasar global dari desain produk industri masih cukup besar. Pada 2019, nilainya mencapai 45,38 miliar dolar AS dan akan menembus hingga 65,41 miliar dolar AS pada 2026.

"Tingkat pertumbuhan produk industri tersebut, diproyeksikan sebesar 5,3 persen pada periode 2021-2026. Hal ini menunjukkan besarnya peluang di sektor desain produk industri yang dapat terus dioptimalkan di tengah tantangan kondisi global, termasuk dampak dari pandemi COVID-19," ungkap Gati.

Bahkan, merujuk data dari Indonesia Packaging Federation (2020), kinerja industri kemasan di Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan kisaran 6 persen pada 2020 dari nilai realisasi tahun lalu sebesar Rp98,8 triliun.

"Ditinjau dari materialnya, kemasan yang beredar sebesar 44 persen dalam bentuk kemasan fleksibel, 28 persen kemasan paperboard dan 14 persen kemasan rigid plastic,” ungkapnya.

Proporsi tersebut diyakini akan meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya, karena didorong oleh pesatnya peningkatan pasar digital yang membuat mobilitas produk semakin tinggi.

"Karakteristik ketiga kemasan tersebut, dari sisi ekonomi dan daya tahan membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik," tandasnya.

Untuk memberikan apresiasi terhadap pengembangan desain produk industri di Indonesia, khususnya di sektor IKM, Kemenperin siap menggelar penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) Tahun 2020.

Kegiatan ini merupakan penghargaan tertinggi pemerintah dalam bidang desain produk kepada para desainer dan perusahaan industri.

Adapun IGDS 2020 merupakan penyelenggaraan yang ke-17 kalinya, sejak dimulai tahun 2001.

Pada tahun ini, IGDS mengusung tema "Produk Keren Indonesia", yang menggambarkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan produk yang bermutu, berfungsi baik dengan durabilitas yang tinggi, namun juga keren, tampil menarik dan enak untuk dilihat.

"IGDS tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena memiliki 2 kategori penghargaan, yang tidak hanya memberikan apresiasi kepada Design Product untuk produk jadi namun juga memberikan apresiasi Design Concept untuk konsep desain,"  terangnya.

Pendaftaran IGDS 2020 dibuka mulai 22 Juli-30 September 2020. Penganugerahan IGDS 2020 akan diselenggarakan pada Desember 2020.

Gati juga aktif menyelenggarakan sosialisasi IGDS 2020 melalui media virtual dengan menyampaikan beberapa hal tentang IGDS, dan peran penting pelaku industri dalam mendorong perkembangan desain produk nasional dengan memberikan ruang bagi para desainer pada penciptaan rantai nilai dari suatu produk.

Baca juga: Bidik kesadaran soal desain berkelanjutan, Kemenperin gelar IFCA 2020
Baca juga: Kemenperin dorong pelaku IKM bikin desain kemasan yang keren

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020