Aktivis Jakarta sebut kinerja Anies Baswedan belum maksimal

Aktivis Jakarta sebut kinerja Anies Baswedan belum maksimal

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin (kiri) beserta jajaran tengah melakukan sidak penerapan PSBB di tempat makan di daerah Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020). ANTARA/HO-Humas Satpol PP DKI Jakarta/am.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah aktivis dan pakar di DKI Jakarta menyebutkan, kinerja Gubernur DKI Anies Baswedan belum sepenuhnya maksimal.

Koordinator Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) Jamran dalam siaran pers diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan sejumlah kebijakan Anies memiliki visi dan tujuan yang baik. Namun demikian, tidak semua tujuan baik tersebut bisa diterima oleh masyarakat.

Jamran mengatakan pola peluncuran program yang terkesan dadakan pun dinilainya cukup membuat masyarakat kaget. Akibatnya, program yang baik itu bisa saja dinilai salah oleh sebagian orang dan masyarakat.

"Posisi kami ini memberi masukan kritik untuk pembangunan Jakarta. Kami tidak mau mengatakan yang baik saja, tapi nyatanya bisa menyesatkan," tegas Jamran.

Jamran menjelaskan semangat bersama membangun Jakarta, sehingga tidak melihat dari perbedaan. Siapa saja boleh mengkritik dan yang mendukung dipersilahkan untuk memberikan masukan positif.

Baca juga: Anies: Serapan anggaran 45,5 persen masih sesuai rencana

Ketua umum badan musyawarah (Bamus) Betawai Zaenudin menyatakan banyak kebijakan Anies yang terkesan tumpang tindih dan tidak sejalan.

"Di bawah, tidak jalan banyak. Mungkin banyak kebijakan yang kurang dilakukan komunikasi," ujar Zaenudin.

Dia menyarankan Anies untuk melibatkan semua pihak terutama aktivis dalam menjalankan kebijakan Jakarta.

"Aktivis ini kan punya kemampuan dan daya kritis yang bagus dan ini harus dilibatkan," kata Zaenudin.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai kebijakan dan program Anies Baswedan terkesan mencoba-coba.

Harusnya kata dia, kebijakan yang hendak dikeluarkan bisa dilakukan kajian dan pembahasan yang mendalam.

Uchok mencontohkan, soal kebijakan dibukanya tempat bioskop. Dimana sumber pendapatan pajak dari bioskop kecil.

Namun kebijakan itu dapat menimbulkan masalah baru terkait penyebaran virus corona.

Uchok berharap agar Anies mampu melibatkan banyak pihak dalam melakukan pembangunan di Jakarta.

Baca juga: Tak capai target, TKD PNS Jakarta ditunda hingga dipotong
Baca juga: Anies : DWP sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kinerja
Pewarta : Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020