ICCTF garap proyek kelautan dan perikanan senilai Rp171 miliar

ICCTF garap proyek kelautan dan perikanan senilai Rp171 miliar

Dokumentasi - Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Sri Yanti dalam talkshow pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelola Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang digelar di Gedung Mina Bahari III, KKP, Jakarta, Selasa (3/3/2020). ANTARA/M Razi Rahman/am.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) menggarap 12 proyek pada sektor kelautan dan perikanan bernilai sekitar 11,4 juta dolar AS atau setara dengan Rp171 miliar.

Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas Sri Yanti JS, selaku Koordinator Pokja III Bidang Kelautan dan Perikanan ICCTF di Jakarta, Kamis mengatakan 12 proyek tersebut merupakan bagian dari Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang sudah berjalan mulai tahun ini.

"Proyek tersebut terfokus pada wilayah Indonesia Timur, yaitu empat provinsi di antaranya Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Selain itu, tambahnya, ICCTF juga tengah mengembangkan proposal senilai 12 juta dolar AS atau setara dengan Rp180 miliar terkait program Blended Finance serta program blue carbon di bidang kelautan dan perikanan yang nantinya akan dilaksanakan di wilayah Sulawesi.

"Proyek-proyek tersebut masuk tahap pematangan, dan segera diwujudkan mulai Agustus 2020 – Februari 2022, dengan perkiraan nilai mencapai 21 juta – 23,4 juta dolar AS," ujarnya.

Ia menuturkan, tahun 2020-2022 ICCTF memfokuskan programnya mendanai program inovasi pembangunan dalam meningkatkan efektifitas pengelolaan pesisir serta menangani dampak perubahan iklim berbasis kelautan (marine based). Tujuannya, untuk mempromosikan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dan untuk melestarikan keanekaragaman hayati di wilayah pesisir dan laut termasuk terumbu karang serta ekosistem blue carbon seperti mangrove dan padang lamun.

Sri Yanti menyatakan Bank Dunia menyediakan dana 6,2 juta dolar AS dan 5,2 juta dolar AS dari Asian Development Bank (ADB). Dana-dana tersebut berasal dari Global Environment Facility (GEF) yang disalurkan melalui kedua lembaga perbankan internasional itu.

Sementara itu Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto yang juga Ketua Wali Amanat dari ICCTF menambahkan Program Prioritas Peningkatan Pengelolaan Kemaritiman, Perikanan dan Kelautan merupakan strategi untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi mulai dari pemerintah daerah hingga pusat sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Eksekutif Direktur ICCTF Tonny Wagey menyebutkan lokasi-lokasi proyek yang tersebar di wilayah Perairan Indonesia Timur yakni, enam proyek COREMAP – CTI yang didanai oleh World Bank berlokasi di Raja Ampat, Papua Barat yaitu Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat, dan Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat. Serta Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian enam proyek COREMAP – CTI yang didanai oleh Asian Development Bank berlokasi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara Barat, yaitu Taman Pulau Kecil (TPK) Gili Balu, Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Gili Matra, Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida.

Proyek Blended Finance serta Blue Carbon direncanakan di wilayah Sulawesi, yaitu Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Pembiayaan kedua proyek ini masih dalam tahap pematangan bersama multi donor.

"Pada lokasi proyek pertama dan kedua masing-masing terdapat enam proyek. Karena satu lokasi maksimal terdapat dua proyek. Sedangkan proyek lainnya masuk tahap pematangan untuk segera diwujudkan," ujar Tonny.

Baca juga: Bappenas: partisipasi masyarakat cegah bencana di lahan gambut
Baca juga: Inggris danai 180 sekat kanal melalui ICCTF
Baca juga: Pemerintah Indonesia berkomitmen terus tanggulangi perubahan iklim

 
Pewarta : Subagyo
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020