Mantan Wali Kota Mojokerto meninggal setelah positif COVID-19

Mantan Wali Kota Mojokerto meninggal setelah positif COVID-19

Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Sidoarjo (ANTARA) - Satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Jatim, Mas'ud Yunus yang juga mantan Wali Kota Mojokerto, meninggal setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Gun Gun Gunawan dalam keterangannya di Sidoarjo, Kamis, mengatakan sebelum meninggal, almarhum memiliki penyakit penyerta di antaranya diabetes, hipertensi dan jantung koroner.

"Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya satu warga binaan kami pada pukul 12.43 WIB di RS Mitra Keluarga Waru," ujarnya.

Baca juga: Lima napi dan tahanan Mojokerto positif COVID-19

Ia mengatakan almarhum merupakan warga binaan yang pernah melakukan kontak dengan satu WBP yang dinyatakan positif COVID-19 namun, tidak menunjukkan gejala atau tergolong orang tanpa gejala.

"Meski begitu, pada 26 Agustus 2020 pukul 18.00 WIB pihak lapas tetap memindahkan almarhum ke blok kesehatan guna menjalani isolasi karena hasil tes usap yang dilakukan tanggal 25 Agustus, almarhum dinyatakan terjangkit COVID-19," ujarnya.

Baca juga: 14 nakes positif, layanan RSUD Prof dr Soekandar Mojokerto ditutup

Selanjutnya, pada 27 Agustus 2020 pada pukul 07.52 WIB, almarhum menunjukkan gejala batuk dan sedikit sesak dan pihak lapas melakukan koordinasi dengan RS Rujukan Mitra Keluarga Waru.

"Pada pukul 11.15 WIB, dengan dikawal petugas lapas, almarhum diberangkatkan ke rumah sakit. Sekitar satu jam dirawat di rumah sakit, almarhum mengalami penurunan irama jantung menjadi 30 kali per menit hingga akhirnya meninggal dunia," ucapnya.

Baca juga: Satu petugas positif COVID-19, Puskesmas Puri ditutup sementara

Mantan Wali Kota Mojokerto itu terjerat dalam kasus suap Pimpinan DPRD Kota Mojokerto untuk pembahasan Perubahan APBD 2017 pada 23 November 2017.

Terkait kasus yang menjeratnya itu, Mas'ud divonis 3,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya pada 4 Oktober 2018. Dia juga didenda Rp250 juta subsider 2 bulan kurungan.

Baca juga: Lapas Porong sediakan blok khusus WBP terindikasi COVID-19

Baca juga: Dua WBP Lapas I Surabaya dinyatakan positif COVID-19


 
Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020