Batam (ANTARA News) - Aparat Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Lanal) Batam menyelamatkan seorang warga negara Malaysia, Sia Kie Cuang, yang ditemukan berdarah-darah pada kepalanya di kapal penghela pada perairan utara pantai Nongsa Batam.

Sia berusia 54 tahun, dibawa ke unit Gawat Darurat Rumah Sakit Awal Bros, Selasa malam, dan setelah dipindai bagian kepala, di`"rontgen" bagian dada serta diperiksa darah, pada pukul 11.00 dirujuk ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).

Di RSOB, Rabu pada pukul 00.30, Sia dipindahkan ke ruang rawat inap dengan tetap dijaga petugas karena akan menjadi saksi hidup setelah ditemukan pada Selasa pukul 14.00 dalam kapal penghela/tunda/tugboat TB Pambara-1 dan TK (Tongkang) Pambara-2, berbendera Malaysia, yang terombang-ambing di laut.

Penyelamatan aparat terhadap Sia berawal dari informasi nelayan yang melihat ada kapal penghela yang talinya tidak dalam posisi menarik tongkang sebab menjuntai ke permukaan laut.

Aparat dari Lanal Batam dengan kapal Patroli Keamanan Laut Batam dan KRI Mata Cora kemudian mengevakuasi Sia dari kapal penghela yang juga terdapat sesosok jenazah pria dalam keadaan telungkup dengan kaki terikat, tangan terikat ke belakang, dan memakai celana dalam biru.

Jasad itu belum diketahui jatidirinya dan sementara disimpan ruang mayat RSOB.

Perwira Staf Intelijen Lanal Batam Mayor Laut (P) Kelik mengatakan, upaya pertama dalam menangani kasus itu adalah menyelamatkan korban hidup untuk kunci pengungkap kasus, mengurus jenazah, dan mengamankan barang bukti Pembara-1 dan Pembara-2 bersama muatannya.

Sia yang bisa berbahasa Melayu, kata Kelik, belum banyak bisa dimintai keterangan sebab dalam keadaan trauma dengan beberapa luka di kepala.

Latar belakang kejadian belum bisa dipastikan apakah bermotif perompakan atau sebab lain.

Sementara ini, info yang dihimpun Lanal Batam, kekerasan terjadi di perairan Malaysia, ketika sembilan awak TB Pembara-1 dan TK Pembara-2 dalam perjalanan mengangkut alat berat dari Kuala Langa, Malaysia Barat menuju Kuching, Malaysia Timur.

Setelah kejadian, kata Pasintel Lanal Batam, Pembara-1 dan Pembara-2 terseret arus musim utara ke arah selatan hingga diketemukan di utara Nongsa.

Dari sembilan awak, dua orang yaitu Sia diketemukan selamat meski luka parah, dan seorang lagi sudah meningggal. Sedang seorang warga negara Myanmar dan enam orang warga negara Indonesia, belum diketemukan aparat.

"Waktu kejadian belum dapat dipastikan, tetapi kemungkinan sudah lebih dari 24 jam sebab mayat ketika diketemukan sudah kaku," kata kelik.

Sementara itu, petugas medis RS Awal Bros yang menangani Sia di ruang gawat darurat menyatakan, ada kemungkinan kejadian sudah tiga hari sebab beberapa luka robek di kepala pasien sudah mengering.

Tulang jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri Sia patah. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009