Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra sebanyak 679 dari 978 kasus

Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra sebanyak 679 dari 978 kasus

Data kasus COVID-19 di Sultra hingga 7 Agustus 2020. (Sumber: Satgas COVID-19 Sultra) (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan jumlah pasien sembuh dari virus corona di daerah itu bertambah menjadi 679 orang dari total 978 kasus per Jumat ini.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat, mengatakan Jumat ini kasus sembuh di Sultra bertambah 14 orang berasal dari Kabupaten Konawe, Kolaka Utara, Buton Tengah dan Kota Kendari.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Sultra bertambah jadi 616 orang

"Hari ini kita ada penambahan kasus sembuh 14 orang. Rinciannya satu dari Konawe, dua Kolaka Utara, lima Buton Tengah dan enam orang dari Kota Kendari," kata kata Rabiul.

Meskipun demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini juga mengungkapkan bahwa pada Jumat ini Sultra masih ada penambahan 28 kasus baru sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 secara keseluruhan menjadi 978 orang.

"Kasus baru sendiri terdiri dari satu Baubau dua orang, Buton dua, Muna satu, Konawe tiga, Wakatobi satu, Buton Selatan satu dan Kendari 18 orang," tutur Rabiul.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra sebanyak 464 dari 782 kasus

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal (ANTARA/Harianto)


Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini juga menyampaikan bahwa kasus meninggal di daerah Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan yakni tetap sebanyak 16 orang. Sementara pasien yang tengah menjalani perawatan, isolasi atau karantina sebanyak 283 orang.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 Sultra bertambah 35 orang

Ia mengimbau seluruh masyarakat Sultra selalu memproteksi diri dari virus corona dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan menggunakan sabun.

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat dan kita semua bahwa karena kasus kita masih terus ada penambahan ini menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di tengah-tengah kita. Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitas aktivitas produktif dalam transisi menuju tatanan normal baru untuk selalu menjaga diri, melindungi diri dengan menerapkan protokol kesehatan pakai masker jaga jarak dan sering-sering cuci tangan," kata Wayong.

Baca juga: Dinkes Sultra: Insentif tenaga kesehatan dari APBD dan APBN

 

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020