Waspada potensi inflasi akibat naiknya tiket pesawat dan harga emas

Waspada potensi inflasi akibat naiknya tiket pesawat dan harga emas

Ilustrasi tiket pesawat (ANTARA/Shutterstock)

Batam (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan potensi inflasi akibat kenaikan tarif angkutan udara yang bisa terjadi pada Agustus 2020.

"Terdapat beberapa potensi risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain tarif angkutan udara berpotensi meningkat," kata Wakil Ketua TPID Kepri Musni Hardi K Atmaja di Batam, Kamis.

Kenaikan tarif angkutan udara, kata dia, berpotensi meningkat seiring penerapan aturan kenaikan sementara tarif batas atas untuk mengkompensasi pembatasan kapasitas.

Baca juga: Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru

Selain itu inflasi juga berpotensi didorong curah hujan yang tinggi dan kenaikan harga emas perhiasan, seiring koreksi outlook ekonomi global dari beberapa organisasi/lembaga keuangan.

Meski begitu TPID memperkirakan inflasi di Kepri masih terkendali pada kisaran yang rendah pada Agustus 2020.

Sementara itu untuk mengendalikan inflasi, TPID akan fokus pada kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan barang sebagai antisipasi peningkatan permintaan di tengah pelonggaran aktivitas masyarakat.

Baca juga: Harga minyak capai tertinggi 5 bulan, stok AS jatuh dan dolar melemah

"Untuk menjaga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang, TPID Kepri akan menjalin kerja sama antar daerah sebagai langkah persiapan/antisipasi pengendalian inflasi di waktu yang datang," kata dia.

TPID juga mendorong pemasaran bahan pangan secara daring, antara lain melalui Pasar MitraTani yang diluncurkan TPID Kepri dan Gerai Tani Online Tanjungpinang.

"Pemasaran secara online tersebut diharapkan dapat mengefisienkan tata niaga bahan pangan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1 persen (yoy)," kata dia.

Baca juga: BPS: Deflasi Juli dipicu banyaknya harga pangan yang turun tajam

Baca juga: BPS catat deflasi pada Juli sebesar 0,10 persen
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020