Pengungsi korban banjir di Konawe mulai terserang penyakit

Pengungsi korban banjir di Konawe mulai terserang penyakit

Korban banjir Konawe yang berada di pengungsian, mulai terserang penyakit berupa gatal-gatal dan diare. Nampak warga di dalam tenda pengungsian. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Banjir yang melanda Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak dua pekan terakhir menyebabkan ribuan warga harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian dan dilaporkan ratusan di antaranya mulai terserang penyakit.

Kadis Kesehatan Konawe, Munawar Pagala melalui pesan WhatsApp yang diterima, Jumat mengatakan, penyakit yang melanda sebagian warga di dalam pengungsian banjir berupa diare dan gatal-gatal.

"Pemda Konawe sudah mendirikan beberapa posko kesehatan di sekitar tempat pengungsian. Standar pengobatan pun sudah dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, banjir yang terjadi di Konawe menyebabkan ribuan warga harus mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman dengan membawa barang-barang seadanya yang bisa diselamatkan.

Sebagaian besar dari warga yang mengungsi rumahnya masih terendam banjir setinggi satu hingga ada dua meter yang disebabkan meluapnya sungai Konaweha dan curah hujan yang masih tinggi.
 
Kadis Kesehatan Konawe, Munawar Pagala. (Foto ANTARA/Azis Senong)

"Data sementara, ada sekitar 600 warga yang tinggal pada tenda-tenda pengungsian, mulai terserang penyakit , dan tak sedikit dari mereka mengeluhkan penyakit gatal dan diare," ujar Munawar Pagala.

Menyikapi hal itu, pemerintah setempat melalui Dinkes Konawe masih mendirikan posko kesehatan pada titik-titik yang dianggap masih para terendam banjir seperti di Kecamatan Pondidaha.

Kadis Kesehatan menambahkan hingga saat ini sudah delapan wilayah Puskesmas terdampak yang mengeluhkan penyakit diare dan gatal-gatal.

Guna meminimalisir serta mengantisipasi adanya penambahan warga yang terserang penyakit, Dinkes Konawe secara intensif menyiagakan petugas medis di posko-posko kesehatan guna mengontrol kesehatan para pengungsi.
 
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020