Bali gelar "Pemayuh Jagat" penerapan kehidupan era baru

Bali gelar

Gubernur Bali Wayan Koster. (ANTARA/ I Komang Suparta/Ist/2020)

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan upacara ritual "Yadnya Pemayuh Jagat" atau menyucikan bumi serangkaian penerapan tatanan kehidupan era baru di tengah pandemi COVID-19 di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem.

"Kita terus berupaya dengan sebaik-baiknya menangani COVID-19, seraya dalam waktu bersamaan kita mesti mulai melakukan aktivitas demi keberlangsungan kehidupan masyarakat," kata Gubernur Bali Wayan Koster di Wantilan Kesari Warmadewa, kawasan Pura Agung Besakih, Bali, Minggu.

Koster mengatakan aktivitas ini harus dilakukan secara bertahap, selektif, dan terbatas dengan melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru untuk masyarakat produktif dan aman COVID-19.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Koster memaparkan beberapa tahapan pelaksanaan protokol tatanan kehidupan era baru untuk masyarakat produktif dan aman COVID-19, meliputi tahap pertama, melaksanakan aktivitas secara terbatas dan selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali, mulai 9 Juli 2020 yang bertepatan dengan hari baik pada hari Kamis Umanis Sinta.

Baca juga: Layanan UGD RS Puri Raharja ditutup sementara karena COVID-19

Ia mengatakan sesuai arahan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, pelaksanaan tatanan kehidupan era baru, yang diizinkan terbatas hanya pada sektor kesehatan, kantor pemerintahan, adat dan agama, keuangan, perindustrian, perdagangan, logistik, transportasi, koperasi, UMKM, pasar tradisional, pasar modern, restoran, warung, pertanian, perkebunan, kelautan/perikanan, peternakan serta jasa dan konstruksi.

Sedangkan untuk sektor pendidikan dan sektor pariwisata belum diberlakukan. Untuk sektor pendidikan menunggu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahap kedua yakni melaksanakan aktivitas secara lebih luas, termasuk sektor pariwisata, namun hanya terbatas untuk wisatawan nusantara, mulai 31 Juli 2020 yang bertepatan dengan hari Jumat, Pon, Kulantir.

Tahap ketiga, melaksanakan aktivitas secara lebih luas sektor pariwisata termasuk untuk wisatawan mancanegara, mulai 11 September 2020.

Baca juga: Wagub Bali: Seluruh tahapan pilkada harus sesuai protokol kesehatan

Gubernur Koster menekankan bahwa patut dipahami bahwa tiga tahapan tersebut, merupakan suatu rancangan yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar, baik, dan sukses atas izin, restu, tuntunan, serta pelindungan Ida Bhatara Bhatari Sasuhunan sami, Leluhur, Lelangit (Tuhan Yang Maha Esa) dan para guru suci.

"Upacara Yadnya Pamahayu Jagat yang kita haturkan pada hari ini merupakan sujud rasa bhakti dan kita atas anugerah Tuhan sehingga penanganan COVID-19 di Provinsi Bali telah berjalan dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang mengatur ketentuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Ia mengharapkan kepada seluruh masyarakat Bali agar melaksanakan aktivitas dalam tiga tahapan tersebut dengan menerapkan protokol tatanan kehidupan era baru secara tertib, disiplin, dan dengan rasa penuh tanggung jawab, yakni selalu memakai masker/pelindung wajah, menjaga jarak, tidak berkerumun, rajin mencuci tangan, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga daya tahan tubuh.

Baca juga: Balai Karantina Denpasar pastikan pengeluaran sapi bali penuhi syarat

Gubernur Koster meminta kepada masyarakat Bali agar dalam beraktivitas selalu mematuhi imbauan, arahan, dan kebijakan pemerintah pusat, TNI/Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Majelis Desa Adat, dan Majelis Keagamaan, sehingga bisa produktif dan aman COVID-19.

Koster juga menegaskan bahwa harapan ini bisa terwujud hanya berkat restu Tuhan secara "niskala" (alam maya), dan secara "skala" (alam nyata) harus ada kesamaan rasa, kesadaran kolektif, kebersamaan gerak, dan soliditas seluruh komponen masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis, TNI/Polri, kejaksaan, bupati/wali kota, majelis desa adat, majelis keagamaan, Satgas gotong royong desa adat, relawan desa/kelurahan, media pers, dan seluruh komponen masyarakat yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi, tanpa lelah dalam penanganan COVID-19 di Provinsi Bali," katanya.

Gubernur Bali mengajak semua komponen agar terus bergerak dengan penuh soliditas, kebersamaan, serta semangat gotong-royong demi bumi Bali yang dicintai bersama.

Baca juga: Dekranasda Bali dorong IKM gunakan platform digital hadapi pandemi
Baca juga: Dirut RS Puri Raharja meninggal karena COVID-19 di Bali
Baca juga: Transmisi lokal COVID-19 di Bali capai 77,74 persen, sebut GTPP
Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020