Rupiah terkulai 121 poin, tertekan kasus COVID-19 yang terus meningkat

Rupiah terkulai 121 poin, tertekan kasus COVID-19 yang terus meningkat

Ilustrasi: Pekerja menunjukkan uang rupiah dan dolar ASdi sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah tertekan kasus positif COVID-19 yang terus meningkat.

Rupiah melemah 121 poin atau 0,84 persen menjadi Rp14.499 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.378 per dolar AS.

"Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan COVID-19 yang terus meninggi," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara yang kembali meninggi kasus penularan COVID-19 seperti di Amerika Serikat, China, Jerman, Korsel, dan lainnya.

Baca juga: Harga emas naik 10,1 dolar, dipicu pelemahan dolar dan ketakutan virus

Di Indonesia, kasus positif COVID-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama.

Sementara itu ketegangan hubungan antara AS dan China dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat China yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut.

Baca juga: Rupiah Jumat pagi melemah 2 poin

"Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.250 per dolar AS hingga Rp14.430 per dolar AS.

Pada Kamis (2/7) lalu, rupiah melemah 95 poin atau 0,67 persen menjadi Rp14.378 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.283 per dolar AS.

Baca juga: Dolar AS diperdagangkan sekitar 107 yen di Tokyo

Baca juga: Dolar AS naik tipis dipicu kekhawatiran virus corona bangkit kembali


 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020