Sekda Bali: 1.700 pedagang di Pasar Galiran wajib jalani rapid test

Sekda Bali: 1.700 pedagang di Pasar Galiran wajib jalani rapid test

Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat berbincang dengan petugas medis yang membantu pelaksanaan rapid test untuk pedagang Pasar Galiran, Klungkung (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)

Semarapura (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan sekitar 1.700 pedagang di Pasar Umum Galiran, Kabupaten Klungkung, wajib menjalani rapid test, karena pasar tersebut telah menjadi klaster baru penularan COVID-19.

"Kami mendukung kebijakan Kabupaten Klungkung untuk melakukan 'tracing' yang lebih masif lagi. Untuk itu, sejak kemarin seluruh pedagang yang ada di pasar ini, yang jumlahnya lebih dari 1.700 orang harus menjalani rapid test," kata Dewa Indra di sela meninjau lokasi rapid test di Semarapura, Klungkung, Selasa.

Dewa Made Indra didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya meninjau lokasi rapid test yang dipusatkan di Terminal Semarapura, Klungkung. "Kami melihat langsung pelaksanaan rapid test massal untuk para pedagang, karena kita tahu Pasar Galiran saat ini menjadi klaster baru penyebaran COVID-19," ucapnya.

Baca juga: 28 pekerja migran asal Klungkung Bali diizinkan pulang

Penyebaran COVID-19 di Pasar Galiran berdasarkan laporan terbaru 32 orang yang terpapar. Dengan rapid test tersebut, sangat penting untuk pemeriksaan awal yang bersangkutan terindikasi COVID-19 atau tidak.

Pedagang yang hasilnya reaktif saat rapid test segera dilanjutkan dengan pengambilan tes usap, dilanjutkan uji PCR untuk memastikan benar tidaknya terinfeksi COVID-19.

"Jadi langkah (rapid test massal-red) ini sangat baik dan terus kita dukung. Jika ada yang hasilnya positif setelah uji usap, kita akan rawat dan dikarantina Provinsi Bali," ujar birokrat dari Pemaron, Kabupaten Buleleng.

Dengan rapid test yang masif ini, tambah dia, merupakan langkah untuk mendapatkan angka penularan yang pasti di lapangan.

"Sekali lagi ini bentuk kerja sama yang baik, untuk melakukan tracing yang seluas-luasnya. Memang angka positif mungkin akan bertambah, namun itu pilihan yang Gugus Tugas lakukan agar kita bisa mengungkap secara pasti jumlah sesungguhnya masyarakat yang terinfeksi. Setelah kita dapatkan angka pasiennya, kita rawat dan isolasi. Harapannya tidak ada lagi penyebaran berikutnya," katanya.

Baca juga: Ratusan pegawai kantor Imigrasi di Bali lakukan rapid test

Baca juga: Ribuan pekerja migran di Bali dipanggil untuk "rapid test"


Dewa Indra dalam kesempatan tersebut juga mengecek langsung kesiapan personel kesehatan serta logistik yang ada di lapangan, khususnya kesiapan Kabupaten Klungkung.

"Semuanya saya lihat sudah berjalan baik. Satu hal lagi yang saya lihat sangat baik, yakni para pedagang, jika akan berjualan harus memperlihatkan keterangan nonreaktif dalam rapid test, sehingga pilihannya jika ingin terus berjualan harus melakukan rapid test," ujarnya didampingi Sekda Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra serta kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Klungkung.

Pasar Umum Galiran Klungkung ditutup selama tiga hari, 22-24 Juni 2020. Penutupan dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19 yang belakangan semakin meningkat.

Baca juga: 2.300 warga Bangli harus di-rapid test karena transmisi lokal COVID-19

Selama penutupan, pasar akan dibersihkan dan disemprot disinfektan secara menyeluruh, termasuk melengkapi sarana tempat cuci tangan dan infrastruktur penunjang lainnya.

Para pedagang juga akan menjalani rapid test secara bergilir di Terminal Semarapura. Sementara itu, pedagang tidak tetap dan berasal dari luar daerah melakukan rapid test di daerah masing-masing.
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020