DPK perbankan di Sulsel masih tumbuh melambat 3,7 persen

DPK perbankan di Sulsel masih tumbuh melambat 3,7 persen

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) Bambang Kusmiarso. (ANTARA/Suriani Mappong)

Makassar (ANTARA) - Penghimpunan dana pihak ketiga di Sulawesi Selatan (Sulsel) secara umum masih tumbuh 3,7 persen (yoy) pada masa pandemi COVID-19, meski melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,5 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel Bambang Kusmiarso, di Makassar, Senin, menyebutkan penyaluran kredit juga terpantau tumbuh melambat, menjadi 3,7 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,2 persen (yoy), perlambatan khususnya terjadi pada penyaluran kredit rumah tangga.

Kondisi perlambatan kinerja perbankan juga terlihat di sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Bambang mengatakan, pengaruh COVID-19 diperkirakan masih menahan kinerja ekonomi Sulsel pada triwulan II 2020. Begitu pula lapangan usaha yang terdampak penyebaran pandemi pada triwulan I 2020 diperkirakan akan mengalami perlambatan yang lebih dalam.

Kendati demikian, lanjut dia, perekonomian Sulsel diperkirakan mulai mengalami perbaikan pada triwulan III 2020 yang didorong oleh meningkatnya konsumsi swasta dan kinerja investasi.
Baca juga: OJK optimistis kredit perbankan di Sulsel tumbuh 6,5 persen

Bank Indonesia optimistis bahwa pemulihan perekonomian secara bertahap dapat terjadi dengan dukungan konsistensi kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19 dan peningkatan pemahaman masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian.

Dia mengatakan, di tengah upaya dalam menghadapi COVID-19, inflasi yang terkendali menjadi salah satu harapan dalam menjaga daya beli masyarakat dan menopang pemulihan perekonomian ke depan.

"Tekanan inflasi Sulsel pada triwulan I 2020 masih berada dalam rentang sasaran inflasi 3+1 persen," kata Bambang pula.

Tekanan inflasi pada triwulan I 2020 terutama terjadi pada kelompok bahan makanan yang dipicu keterbatasan pasokan bawang putih dan gula pasir. Sedangkan pada triwulan I 2020, stabilitas sistem keuangan di wilayah Sulsel masih terjaga.
Baca juga: Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan Sulsel 15,09 persen
 
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020