921 ribu tenaga kerja telah ajukan klaim JHT ke BPJAMSOSTEK

921 ribu tenaga kerja telah ajukan klaim JHT ke BPJAMSOSTEK

Keterangan Pers Dirut BPJAMSOSTEK kepada media setelah meninjau layanan di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK CIkokol

Tangerang (ANTARA) - Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengungkapkan jumlah tenaga kerja yang mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) hingga awal bulan Juni 2020 telah mencapai 921 ribu.

Tak dapat dipungkiri, kata Agus Susanto di Kota Tangerang, Jumat, COVID-19 cukup berdampak bagi perekonomian Indonesia khususnya dunia usaha sehingga banyak pemberi kerja yang terpaksa harus memutuskan hubungan kerja dengan tenaga kerjanya.

Pada bulan Mei, jumlah tenaga kerja yang mengajukan klaim JHT alami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Juni ini, pengajuan klaim pun diperkirakan masih akan terjadi lebih banyak lagi.

Namun dirinya menyatakan bahwa BPJAMSOSTEK siap untuk menghadapi gelombang PHK di tengah pandemi ini dengan menyediakan berbagai kanal yang dapat digunakan oleh peserta, baik jalur 'online' maupun 'offline'.

Baca juga: DPR apresiasi layanan "one to many" BPJAMSOSTEK

Protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu masih menjadi kanal utama karena dinilai efektif dan mampu mengurangi kontak fisik antara petugas dengan peserta karena seluruh prosesnya dilakukan secara online. Sedangkan bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses Lapak Asik online, BPJAMSOSTEK juga membuka kanal offline di seluruh kantor cabang, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Tak hanya mempersiapkan berbagai protokol layanan menyambut era new normal, BPJAMSOSTEK juga mempersiapkan beragam protokol kesehatan di internal yang mengatur interaksi dan aktifitas antar karyawan BPJAMSOSTEK.

“Meski kondisi ini sudah semakin membaik, namun saya menghimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK untuk tetap sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah kami disediakan. Karena prosesnya lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus COVID-19," ujarnya.

Selain itu peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas 'tracking' klaim untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan.

Baca juga: BPJAMSOSTEK bantu sembako warga Minahasa-Sulut terdampak COVID-19

"Semoga dengan kita mematuhi aturan pemerintah, pandemi ini bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia dapat kembali seperti sedia kala,” kata Agus saat meninjau pelayanan di Kantor BPJAMSOSTEK Cikokol, Kota Tangerang.

Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat Antar Lembaga BPJAMSOSTEK Utoh Banja menambahkan, pengajuan klaim JHT tahun ini diperkirakan akan meningkat. Pada bulan Juni tahun lalu, pengajuan sebanyak satu juta orang dan tahun ini di bulan yang sama telah mencapai 921.000 pengajuan.

"Kita perkirakan akan meningkat terus di tengah pandemi saat ini. Intinya kami siapkan berbagai layanan yang aman dan cepat untuk tenaga kerja dalam pengajuan," ujarnya.

Sementara itu, ada lima daerah yang tinggi pengajuan klaim JHT yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Banten masuk dalam lima besar yang tinggi pengajuan klaim JHT," paparnya.

Baca juga: BPJAMSOSTEK salurkan bantuan untuk tenaga kerja terdampak COVID-19
Pewarta : Achmad Irfan
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020